Rekening BRI Anggota TNI Dibobol

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Lagi-lagi kasus pembobolan rekening nasabah bank terjadi di Kota Semarang. Kali ini, korbannya seorang anggota TNI, Andik Triayuli, 29, warga kompleks Yonarhanudse 15 RT 3 RW 10 Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Semarang. Uang Rp 8.650.000 di rekening BRI miliknya amblas secara misterius. Diduga pelaku pembobolan rekening nasabah bank ini beraksi dengan cara mentransfer tanpa diketahui oleh pemilik rekening.

”Saya tidak pernah melakukan transaksi atau melakukan transfer. Tiba-tiba saldo di rekening milik saya berkurang Rp 8.650.000,” kata Andik saat melapor di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, kemarin.

Dijelaskannya, pembobolan rekening tersebut sebenarnya telah diketahui pada April 2015 lalu. Saat itu, korban mendatangi kantor BRI Jangli untuk mengambil uang. Namun ia kaget karena saldo di rekening miliknya telah berkurang.

”Saya meminta print out. Diketahui di dalam print out tersebut tertera telah terjadi proses transfer senilai Rp 8.650.000 ke rekening Bank Mandiri dengan nomor rekening 801536796 an YYS AIR-SDIT QO,” ungkapnya.

Mendapati hal itu, korban kebingungan. Pasalnya, ia merasa tidak pernah melakukan transaksi dan melakukan transfer ke rekening lain. ”Akhir bulan Mei lalu, saya mendatangi kantor BRI Jalan Patimura Semarang bermaksud melakukan konfirmasi terkait hal tersebut,” katanya.

Namun pihak BRI hanya menjelaskan bahwa korban melakukan transfer ke rekening tersebut. Ia merasa kecewa, karena pihak bank terkesan melempar kesalahan kepada korban dan terkesan tidak mau bertanggung jawab atas hilangnya uang milik nasabah tersebut.

Tak mau ambil pusing, korban sembari membawa barang bukti print out dari BRI Jalan Patimura Semarang tertanggal 22 April 2015 akhirnya melaporkan kasus pembobolan rekening nasabah bank tersebut ke Mapolrestabes Semarang pada Senin (1/6) sekitar pukul 10.30. Hingga kemarin, kasus ini masih dilakukan penyelidikan oleh aparat Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.

Sebelumnya, sejumlah kasus pembobolan rekening nasabah bank yang dilaporkan di Mapolrestabes Semarang terkesan tak tersentuh oleh penyidik. Kasus yang meresahkan nasabah bank tersebut terkesan hanya mangkrak begitu saja setelah dilaporkan. Padahal kejahatan tersebut berulang kali terjadi.

Pembobolan sebelumnya menimpa Kepala Cabang PT Arina Multikarya Cabang Semarang bernama Tri Yuni Mardiana. Uang Rp 17.800.000 di rekening Bank Mandiri milik perusahaan tempatnya bekerja, raib dibobol, Jumat (24/4) lalu sekitar pukul 10.52. Pelaku beraksi dengan mengincar nasabah pengguna layanan Internet Banking.

Korban lainnya, nasabah Bank Mandiri, Wahab Zulfikar, 36, pengusaha tour travel, warga Pedurungan, Semarang. Ia juga menjadi korban pembobolan rekening dengan modus yang sama. Uang Rp 41 juta di rekening miliknya juga dibobol saat bermaksud melakukan transaksi menggunakan layanan Internet Banking, pada Rabu (8/4) sekitar pukul 14.00.

”Saya heran dan tak habis pikir, kenapa bisa seperti itu? Bank sebesar itu kok sistem keamanannya bisa ditembus,” ungkap Wahab kesal.

Terlebih saat pihak Bank Mandiri pun terkesan melempar kesalahan kepada korban.

Pembobolan rekening juga dialami oleh seorang anggota polisi Polrestabes Semarang, Zuhdi, 53, warga Asrama Polisi (Aspol) Kalisari Blok XI No 13 Semarang. Tepatnya pada Rabu (4/2) sekitar pukul 18.45, Zuhdi bermaksud mengambil uang gaji miliknya melalui ATM dengan nomor rekening 0083-01-055135-50-1. Namun ia kaget karena uang Rp 550 ribu di rekeningnya telah amblas.

Pembobolan rekening nasabah BRI ini diduga melibatkan petugas teller bernomor ID 0040954. Teller tersebut diduga menjadi ”tikus” bank yang menggerogoti isi rekening milik nasabah.

Pembobolan modus lain, yakni mengganjal kartu ATM milik nasabah. Korbannya, Rambat Pramono, 62, warga Ringintelu RT 01 RW 01, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. Uang tabungan di rekening Rp 83.630.000 miliknya amblas dikuras pelaku. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (20/5) sekitar pukul 17.30 di ATM Bank BII SPBU Manyaran.

Hal serupa juga menimpa Durrota Yatimah, 24, warga Jalan Condrokusumo Dalam Nomor 2 RT 10 RW 3, Bongsari, Semarang Barat. Uang tabungannya sebesar Rp 9.050.000 amblas di ATM BCA Indomaret Jalan Simongan, Semarang Barat, Rabu (6/5) sekitar pukul 08.00 lalu. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -