Kirab Dua Pusaka Leluhur

656
INGAT JASA PAHLAWAN :Warga Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, sedang melakukan kirab dua pusaka leluhur Kiai Kiring. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
INGAT JASA  PAHLAWAN :Warga Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, sedang melakukan kirab dua pusaka leluhur Kiai Kiring. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
INGAT JASA PAHLAWAN :Warga Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, sedang melakukan kirab dua pusaka leluhur Kiai Kiring. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

KALIWUNGU—Menyambut bulan Ramadan, warga Desa Jetis, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, melakukan kirab budaya, Rabu (3/6) kemarin. Kirab tersebut diisi dengan arak-arakan hasil bumi dan kesenian warga Desa Jetis, sekaligus melestarikan kebudayaan Jawa yang mulai tergerus dengan maraknya asimilasi budaya dengan asing.

Selain itu, acara kirab diisi dengan prosesi penyerahan pusaka Kiai Kiring, berbentuk 2 tombak yang bernama Kiai Nurul Huda dan Nurul Ridwan kepada Kepala Desa Jetis, Surwadi, yang kemudian diarak keliling desa dan berakhir di Masjid Riyadhul Jannah.

Perlu diketahui, Kiai Kiring merupakan pusaka milik Pondok Pesantren (Ponpes) Mustaqin, yang diduga merupakan peninggalan zaman Kerajaan Pajang. Sampai sekarang dirawat dan disimpan di Masjid Riyadhul Jannah. Setiap menjelang bulan Ramadan diarak, untuk melestarikan dan menghargai jasa para leluhur.

Kades Jetis, Kaliwungu, Kabupaten Semarang, Suwardi, 56, mengatakan bahwa kegiatan ini untuk melestarikan warisan budaya leluhur Desa Jetis yang semakin hari kian luntur dengan perubahan zaman. Selain itu, ini adalah wujud promosi Desa Jetis agar dapat mengangkat potensi Desa Jetis, baik dari segi perekonomian, hasil alam maupun pariwisata.

“Kami mengajak masyarakat untuk kompak. Setiap RW menampilkan kesenian dan hasil bumi yang kemudian diperebutkan oleh masyarakat. Ini adalah wujud syukur kepada Tuhan bahwa masyarakat di Desa Jetis dapat hidup berkecukupan,” tegasnya.

Ditambahkan, arak-arakan keris adalah wujud menghargai jasa pahlawan yang telah memerdekaan Indonesia. Sehingga bisa aman dan masyarakat tidak dijajah.

Sementara itu, Suwito, 37, warga Desa Jetis, Kaliwungu, Kabupaten Semarang mengatakan acara kirab ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Jetis. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya masyarakat yang berjualan di samping kanan-kiri jalan menuju ke masjid. “Selain itu, jika nanti kirap juga mengangkat industri lokal daerah sekitar, tentu akan lebih bagus lagi,” pungkasnya. (abd/ida)