PRT Berhak Terima THR

370
Wika Bintang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wika Bintang. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seluruh perusahaan di Jawa Tengah diwajibkan untuk membayar Tunjangan Hari raya (THR) kepada pekerjanya maksimal H-7 sebelum Lebaran. Jika sampai batas waktu tersebut tidak dibayarkan, maka perusahaan yang bersangkutan dapat dilaporkan kepada Dinas Tenaga Kerja di kabupaten/kota setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jateng, Wika Bintang mengatakan, hal itu telah sesuai dengan Permen 4 Tahun 1994 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan yang menyatakan bahwa satu minggu sebelum Lebaran THR sudah harus dibayarkan oleh perusahaan.

”Meski begitu, sudah ada imbauan dari Menaker (Menteri Tenaga Kerja) RI, yang memperbolehkan dua minggu sebelum Lebaran sudah diberikan THR. Hal ini dirasa lebih baik sehingga tenaga kerja bisa membelanjakan uangnya mengingat harga kebutuhan pokok belum naik,” katanya, kemarin.

Disinggung besaran THR yang diberikan, Wika menjelaskan bahwa ada aturan tersendiri yang mengatur itu. Jika tenaga kerja tersebut sudah bekerja minimal tiga bulan, maka akan mendapatkan satu kali gaji. Sedangkan bagi tenaga kerja yang di bawah tiga bulan masuk dalam kebijakan perusahaan. ”Selain tenaga kerja, PRT (Pembantu Rumah Tangga) juga berhak menerima THR meski masuk dalam kategori buruh nonformal. Adapun besaran nominalnya tergantung hati majikan masing-masing,” imbuhnya.

Wika menambahkan, menurut aturan yang berlaku ketika suatu perusahaan tidak mampu membayar THR kepada pekerjanya, maka perusahaan tersebut harus melaporkan ke Direktorat atau pihak pengawas dua bulan sebelum lebaran. Meskipun begitu, ia mengklaim hingga saat ini belum ada perusahaan yang mengajukan ketidakmampuan membayar THR.’Artinya, masa berlaku untuk melapor untuk tidak membayar THR H-7 sudah habis,” tambahnya.

Atas hal itu, Wika memberikan apresiasi kepada perusahaan yang selalu membayarkan THR tiap tahunnya. Ia juga berjanji akan terus memantau jika masih ada perusahaan di Jawa Tengah yang masih belum membayarkan THR kepada pekerjanya. ”Nantinya kami akan bantu tenaga kerja tersebut untuk menerima haknya. Caranya dengan langsung menghubungi perusahaan tersebut dan menurunkan pengawas untuk menanyakan apa yang terjadi sehingga belum membayar THR,” tambahnya. (fai/fth/ce1)