Tuntut Perusahaan Tutup Limbah

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

UNJUK RASA: Warga Desa meteseh menuntut agar pabrik pengolahan ban bekas, PT Citra Mas Mandiri segera ditutup, lantaran mengganggu warga. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
UNJUK RASA: Warga Desa meteseh menuntut agar pabrik pengolahan ban bekas, PT Citra Mas Mandiri segera ditutup, lantaran mengganggu warga. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ratusan warga Meteseh kecamatan Boja menggelar aksi protes di depan pabrik pengolahan limbah ban PT Citra Mas Mandiri. Aksi tersebut dipicu lantaran warga merasa terganggu limbah dari pembakaran ban bekas di perusahaan tersebut. Warga mengklaim limbah dari pengolahan ban menganggu mulai pencemaran udara dan pencemaran air di sekitar pabrik. Dalam aksinya, warga menuntut agar pabrik ditutup dan pindah ke lokasi lain yang tidak menganggu warga.

Aksi dilakukan dengan berjalan kaki dan membawa poster serta keranda. Ratusan warga dari dua dusun yakni Dusun Jonjang dan Krajan Barat, Desa meteseh, Kecamatan boja. Poster bertuliskan kecaman terahadap PT Citra Mas Mandiri yang berdampak terhadap kesehatan warga sekitar. “Limbah pembakaran ban kerap menganggu warga. Karena setiap kali pembakaran, timbul bau tidak sedap yang menggnggu pernafasan. Selain itu, banyak warga yang mengeluh sakit pernafasan,” kata Kepala Desa Meteseh, Maose Bagus.

Dalam orasinya warga meneriakan seruan agar pabrik ditutup sesegera mungkin, karena sudah mencemari lingkungan warga sekitar pabrik di dua dusun yakni dusun Krajan Barat dan Jonjang. “sudah tujuh tahun lebih sejak pabrik berdiri terjadi pencemaran udara dan pencemaran air, akibat limbah yang dibuang dan tidak dikelola dengan baik,”imbuhnya.

Pencemaran udara dari pembakaran ban bekas, membuat warga kerap batuk dan baunya menyengat. Sementara limbah cair yang dibuang membuat air di pemukiman warga bau dan menimbulkan gatal-gatal. Tanaman disekitar area persawahan juga tidak tumbuh subur. Bagus mengaku sudah melaporkan pencemaran pabrik tersebut ke Pemkab Kendal. Tapi hingga kini belum ada tindakan dari pemerintah terkait keberatan warga akibat pencemaran limbah pabrik ban ini. “Karena tidak ada tindakan itulah, warga kemudian melakukan aksi unjukrasa,” tambahnya.

Hal senada dikatakan Wahyudi, warga lainnya. Ia mengaku memang saat melintas dua desa tersebut kerap mencium bau pembakaran ban. “Mungkin karena cerobong asap bocor atau tidak berfungsi, sehingga baunya sangat menyengat sekali,” akunya.

Ia berharap, pemerintah segera turun tangan agar masalah tersebut tidak segera berlarut-larut. “Jangan sampai warga berbuat anarkis, karena jika warga kesal dan kemarahan tidak terbendung lagi. Warga bisa mengamuk habis-habisan,” tambahnya. (bud/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -