Berawal dari Suka Seragam Jaksa

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Eko Suwarni. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Eko Suwarni. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

EKO Suwarni, sudah beberapa tahun mengemban jabatan Kepala Seksi Penerangan Informasi dan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Pergaulannya yang kian luas, menjadikannya lebih matang dalam bekerja. Tak memandang waktu, tempat dan siapa pun, Eko selalu siap memberikan pelayanan penerangan. ”Kapan pun dan di mana pun, saya siap melayani. Bebas siapa saja yang minta layanan,” kata Eko.

Posisi Penkum, kata wanita asal Cilacap ini, berada di bawah struktur Asisten Intelejen (Asintel). ”Pekerjaan saya, di antaranya melakukan pencegahan, sosialisasi, penyuluhan dan penerangan hukum baik di sekolah-sekolah, pemerintahan, BUMN atau BUMD atau ke tokoh masyarakat yang membutuhkan penerangan dan pelayanan,” sebutnya.

Meski saat ini sangat menghayati tugasnya sebagai jaksa, ternyata bagi Eko bukan cita-citanya sejak kecil. Justru setelah lulus kuliah, Eko justru sempat mendaftar ke Angkatan Laut (AL) di Surabaya. Bahkan melalui seleksi yang ketat, dirinya dinyatakan lolos dan dilantik sebagai prajurit berpangkat Sersan.

”Pernah masuk Angkatan Laut beberapa bulan. Karena tuntutan keluarga, keluar dari AL. Lalu memilih kejaksaan,” ujar wanita yang memiliki moto hidup sederhana, tidak usah neko-neko dan terjamin ini.

Selain tuntutan keluarga, diakui Eko, masuk kejaksaan sebenarnya didasarkan keinginannya bekerja memakai seragam. ”Saya melihat jaksa punya seragam dan tegas. Saya juga sudah memiliki jiwa tersebut karena sebelumnya saya anggota Pramuka,” ungkapnya penuh semangat.

Untuk kali pertama bertugas, Eko bersyukur ditempatkan di Kejari Cilacap, yang merupakan tempat kelahirannya. Lantas ikut pendidikan di Jakarta, lalu masuk ke Semarang sambil mengambil kuliah di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Dari Kejari Semarang sempat pindah di Kejati Jateng. Tak lama kemudian, balik ke Kejari Semarang dan sempat menangani kasus Syekh Puji di Ambarawa lalu pindah ke Kasi Penkum Kejati Jateng. Kini sudah 20 tahun lebih, Eko mengabdikan dirinya menjadi salah satu penegak hukum di Korps Adiyaksa. (bj/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -