Digrebek, Bandar Judi Berhasil Kabur

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

DITANGKAP: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menginterogasi enam tersangka perjudian yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITANGKAP: Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman menginterogasi enam tersangka perjudian yang berhasil ditangkap, kemarin. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Petugas Satreskrim Polres Semarang menggrebek arena judi dadu di Dusun Krajan RT 12 RW 08, Desa Butuh, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (1/6), sekitar pukul 23.00. Puluhan pelaku perjudian inipun langsung kabur melihat kedatangan tamu tak diundang, termasuk bandarnya, Sutarto alias Sutup. Petugas akhirnya hanya bisa mengamankan enam orang, dan menyita uang taruhan sebesar Rp 10,4 juta, serta satu set peralatan judi dadu.

Mereka adalah Sugiyanto, 47, warga Klero, Tengaran; Slamet Santoso, 39, warga Sumberejo, Kecamatan Pabelan; Prasetyo, 60, warga Salatiga; Iwan herwanto, 39, warga Dusun Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jatim; Budianto, 27, warga Dusun Ngentak, Bancak serta Rohman, 35, warga Jaraksari, Wonosobo, Kabupaten Wonosobo.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan, penggerebegan arena judi berawal dari informasi masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas tersebut. Petugas langsung melakukan penyelidikan, dan setelah memastikan lokasinya akhirnya petugas Satreskrim bergerak. “Selain melaksanakan program kerja 100 har Kapolri, penggerebegan ini dalam rangka memberantas perjudian, terutama menjelang Puasa,” katanya, kemarin.

Kapolres menambahkan, pelaku perjudian dadu ini sudah sering kali terjadi. Sejumlah wilayah yang kerap dijadikan lokasi perjudian yakni di Tengaran, Pabelan, Ambarawa dan Bawen serta beberapa pasar. Untuk mengantisipasi adanya perjudian dilakukan patrol rutin dan akan menindak tegas apapun bentuk perjudian. “Kami akan menindak tegas apapun jenis perjudian. Ini merupakan penyakit yang merusak masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pembantu bandar yang tertangkap Sugiyanto mengaku baru sekali ini berada di arena judi dadu. Sayangnya Sugiyanto tidak mau membeberkan lebih rinci berapa omzet perjudian tersebut. Meski begitu dugaan kuat omzet judi itu sangat besar mengingat banyak pemasang yang ikut taruhan dalam perjudian tersebut. “Saya tidak tahu Mas,” katanya. (tyo/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -