Kemeriahan Karnaval Budaya HUT Kabupaten Sragen Ke-269

842
MENGHIBUR: Salah satu aksi drama dalam kemeriahan karnaval budaya HUT Kabupaten Sragen ke-269, akhir pekan lalu. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)
MENGHIBUR: Salah satu aksi drama dalam kemeriahan karnaval budaya HUT Kabupaten Sragen ke-269, akhir pekan lalu. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)
MENGHIBUR: Salah satu aksi drama dalam kemeriahan karnaval budaya HUT Kabupaten Sragen ke-269, akhir pekan lalu. (Kodam IV for Jawa Pos Radar Semarang)

SRAGEN – Karnaval Budaya yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-269 Kabupaten Sragen Minggu (31/5) lalu berlangsung meriah. Sejak tengah hari, ribuan masyarakat sudah mulai memadati jalur yang akan dilewati iring-iringan karnaval.

Di pinggir ruas jalan mulai dari perempatan pasar kota hingga terminal lama penuh dengan penonton. Konsentrasi penonton paling besar di sekitar panggung kehormatan yang terletak di depan Kantor Bupati Sragen. Sekitar pukul 13.30 WIB, tontonan tahunan masyarakat Sragen ini dimulai. Tarian Janggrung Sukowati yang diperankan oleh ratusan penari anak-anak mengawali dimulainya karnaval. Setelah itu seribu penari yang terdiri atas anak-anak Sekolah Menengah Pertama dengan apik menarikan Tari Gerbang Sukowati. Tak ketinggalan, pergelaran Sendratari Kuncaraning Bumi Sukowati memukau penonton dengan penampilan drama pendek tentang sejarah terjadinya kabupaten Sragen.
Menurut Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman, pertunjukan karnaval ini merupakan wujud syukur atas semua keberhasilan pembangunan di Sragen.

Menurut panitia penyelenggara, Totok Sutrisnanto, ada sekitar 34 kelompok yang tampil dalam karnaval ini. Mereka berasal dari masing-masing Satker, BUMD, BUMN, kelompok seniman, perwakilan sekolah, Polri dan TNI. Masing-masing kelompok tampil dengan tema-tema yang berbeda. ”Seperti misalnya Kelompok Sekretariat Daerah Kabupaten Sragen tampil dengan tema Bambu Vagansa. Dinas Kesehatan menampilkan tema Colouring Life Style,” katanya.

Sementara kelompok Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menampilkan cerita Joko Tingkir. Cerita digambarkan melalui arak-arakan Kereta Kencana dimana di atas kereta kencana tersebut berdiri seorang pemuda yang diberi nama Joko Tingkir yang sedang melihat seorang bidadari cantik bermain air.

Di depan kereta kencana ada barisan 7 penari air yang diibaratkan sebagai 7 bidadari cantik dari khayangan dengan diikuti rombongan Batik Carnival yang mengambarkan keanekaragaman dan keindahan kekayaan Indonesia yakni berupa batik. Sedangkan penampilan Marching Band dari Korem 074 Warastratama Surakarta mewakili TNI. Sementara Polres Sragen menampilkan pertunjukan beladiri dan debus yang diperankan oleh para Polwan. Karnaval berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dengan penampilan oleh kelompok pencinta sepeda onthel tua. (*/zal/ce1)