Kenalkan Kesenian Sejak Dini

363

KALIWUNGU – Berbagai upaya terus dilakukan untuk mempertahankan budaya reog jenis jaran kepang. Paguyuban Reog Sekar Manunggal dari Dusun Prenggolan, Jetis, Kaliwungu, Kabupaten Semarang mulai memperkenalkannya reog jenis ini kepada anak usia sekolah dasar (SD) sampai sekolah menengah pertama (SMP).

Sumitro, 56, mengatakan membawa puluhan personel dengan puluhan reog berwujud kuda berarti menandakan semangat hidup. Manusia harus kuat seperti kuda dalam mengarungi kehidupan. Selain itu reog juga melatih mental anak-anak untuk tampil di depan khalayak ramai. “Saya mempunyai puluhan personel anak dari daerah sekitar sini. Diharapkan kesenian budaya milik Indonesia tidak terkikis dengan kesenian yang serba modern. Tapi mempertahankan budaya tidak berarti kolot menolak perkembangan zaman. Karena nantinya bisa terjadi perpaduan seni budaya reog modern dan tradisional. Hal ini nantinya membuat penonton tidak bosan dengan penampilan reog,” katanya.

Selain itu, reog anak-anak juga sering diundang untuk mengisi berbagai acara di Kaliwungu. Hal ini akan menambah keseriusan dan semangat anak-anak dalam berlatih kesenian reog jaran kepang ini. Juga pertunjukan ini dapat menjadi sosialisasi budaya Indonesia kepada masyarakat. Agar masyarakat mau menjaga warisan budaya Indonesia. Tidak lagi ada klaim-klaim budaya oleh Negara asing seperti Malaysia. Meskipun sejatinya yang membawa reog ke Malaysia adalah orang Indonesia juga. “Harapannya selain tontonan juga memberikan pendidikan kebudayaan kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang belum melihat secara langsung kekayaan budaya Indonesia,” tambahnya.

Seorang warga, Risma, 16, mengaku suka melihat pertujukan reog. Sebab, pertunjukan seni masyarakat di beberapa daerah sudah mulai ditinggalkan karena cenderung kuno. Padahal menurutnya karena terlalu modern nanti pada rindeu dengaan hal-hal yang bersifat modern. “Saya berharap acara-acara budaya lintas daerah harus terus digiatkan. Agar masyarakat tahu kearifan lokal kita,” katanya. (abd/fth)