Pencuri Tewas Mengenaskan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEDURUNGAN – Seorang pria bernama Suwito, 50, warga Dukuh Kalimas, Desa Waru, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, tewas terkapar dalam kondisi bersimbah darah di Jalan Taman Tlogomulyo, Pedurungan Lor, Pedurungan, Kota Semarang, Kamis (4/6) sekitar pukul 03.00.

Sebelum ditemukan meninggal, Suwito sempat dikejar-kejar massa karena tepergok hendak mencuri dua ekor burung Derkuku di rumah Nur Safaat, 34, warga Jalan Tlogomulyo RT 2 RW 5, Pedurungan, Kota Semarang.

Tim Reserse Kriminal Polsek Pedurungan masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab tewasnya korban, apakah tewas akibat kecelakaan saat berusaha kabur, atau Suwito tewas akibat dihajar massa. Pasalnya, tim kepolisian menemukan barang bukti berupa batu dengan kondisi berlumuran darah di lokasi kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi warga sekitar, Suwito tewas akibat kecelakaan saat berusaha kabur. Tubuh Suwito sempat terseret kurang lebih 10 meter dari motor yang diboncengi. Sedangkan pengendara motor yang berhasil kabur adalah teman Suwito dan belum diketahui identitasnya.

Informasi yang dihimpun, awalnya sekitar pukul 03.00, Suwito yang berboncengan menggunakan motor Honda Beat warna merah, bersama temannya datang di depan rumah Nur Safaat di Jalan Tlogomulyo RT 2 RW 5, Pedurungan, Kota Semarang.

Tak lama kemudian, Suwito turun dari motor untuk berusaha mengambil dua burung Derkuku di dalam sangkar yang digantung di depan rumah. Sedangkan teman Suwito menunggu di atas motor di depan gang.

Namun saat itu, penghuni rumah, Nur mendengar suara mencurigakan. Dia kemudian mengintip dari cela pintu jendela rumahnya. Diketahui Suwito hendak membawa kabur dua burung Derkuku di sangkar tersebut.

Mendapati hal itu, Nur langsung keluar rumah dan meneriaki pelaku. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu juga membuat keluar rumah. ”Dia (Suwito, Red) lari kepanikan menuju temannya. Namun motor temannya itu tidak bisa menyala,” kata salah seorang saksi, Kasrun Hidayat, 40, kakak Nur Safaat.

Namun Suwito kabur sendiri meninggalkan temannya karena motornya tidak bisa menyala. Suwito yang sudah lari akhirnya balik lagi ke lokasi untuk membantu temannya. Setelah rekannya berhasil menyalakan mesin motor dan berusaha tancap gas. Saat itulah, Suwito berlari untuk membonceng motor tersebut.

Nur masih berteriak, sejumlah warga mulai merespons dan mengejarnya. Kedua pelaku yang kepanikan itu berusaha tancap gas. Namun motor yang dikendarai oleng, sehingga membuat Suwito terjatuh dari motor di Jalan Taman Tlogomulyo. ”Sempat terseret kurang lebih 10 meter. Dia terjatuh membentur paving,” ungkapnya.

Tim Polsek Pedurungan dan Inafis Polrestabes Semarang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi. Hingga pukul 08.47, jenazah Suwito masih terkapar bersimbah darah di tengah jalan Taman Tlogomulyo dan dilingkari police line.

Kanit Reskrim Polsek Pedurungan, AKP Bachrin mengatakan pihaknya mengaku masih melakukan penyelidikan dengan berbekal dari hasil olah TKP serta keterangan sejumlah saksi. Pihaknya menyebut adanya indikasi bahwa korban meninggal sempat terlibat perkelahian. ”Kami masih menyelidiki penyebab kematian korban secara pasti. Informasi awal kecelakaan. Tapi ada dugaan penganiayaan, kami menemukan ada luka bekas pukulan akibat benda keras di kepala,” ungkap Bachrin.

Selain itu, pihaknya juga menemukan sebuah barang bukti berupa baru dalam kondisi ada bercak darah, potongan rambut dan bekas seretan. Sedangkan jenazah Suwito dibawa ke RS Bhayangkara dilakukan proses otopsi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. (amu/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -