Puluhan ODHA Gelar Renungan Bersama

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

RENUNGAN: Sejumlah ODHA dan aktivis HIV/AIDS menyalakan lilin membentuk simbol pita melingkar sebagai bentuk penanggulangan HIV/AIDS dalam acara malam renungan AIDS di Bergas, Kabupaten Semarang. (PRISTIYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RENUNGAN: Sejumlah ODHA dan aktivis HIV/AIDS menyalakan lilin membentuk simbol pita melingkar sebagai bentuk penanggulangan HIV/AIDS dalam acara malam renungan AIDS di Bergas, Kabupaten Semarang. (PRISTIYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BERGAS – Sejumlah orang yang terinfeksi HIV/AIDS (ODHA), konsultan serta komunitas penggiat penanggulangan HIV/AIDS menggelar malam renungan AIDS Nusantara, Rabu (4/6) malam. Bertempat di halaman belakang Gedung Rumah Sakit Ken Saras, puluhan ODHA melakukan renungan, konseling, bimbingan spritual dan diakhiri pelepasan lampion ke udara.

“Kegiatan renungan ini sangat membantu ODHA. Sebab kami dapat saling komunikasi dengan mereka untuk mendapatkan motivasi. Termasuk bagaimana mendapatkan obat untuk menekan virus,” kata salah seorang ODHA, Pik, 32, warga Kota Semarang.

Koordinator Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Kabupaten Semarang, Sunaryo mengatakan, saat ini KDS telah melakukan pendampingan sekitar 270 ODHA dari bayi sampai orang dewasa. Bahkan dalam satu keluarga, ada lebih dari satu penderita. Langkah ini dilakukan,agar mereka tetap optimis dan tidak merasa dikucilkan dalam lingkungan. “Banyak permasalahan yang dihadapi ODHA seperti merasa tersisih dari lingkungan. Sehingga kami terus berupaya menyadarkan masyarakat agar tidak seperti itu,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, sejatinya ODHA membutuhkan teman untuk berbagi agar tidak merasa dikucilkan. Sebab, keberadannya sama seperti yang lain yang membutuhkan kebersamaan. Ia meminta agar masyarakat tidak menjauhi, karena mereka tidak berbaya. “Mereka berhak menerima perlakuan yang baik dan jangan sampai dijauhi,” tambahnya. (tyo/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -