Antisipasi MERS, Warga Korea Dipantau

336
dr. Ngakan Putu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
dr. Ngakan Putu. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Dikeluarkannya status darurat penyakit middle east respiratory syndrome (MERS) oleh Pemerintah Korea Selatan (Korsel), membuat Pemkab Semarang khawatir terjadi penyebaran MERS di Bumi Serasi. Pasalnya, banyak pekerja maupun pengusaha garmen maupun tekstil di Kabupaten Semarang yang berasal dari Korsel. Sehingga ada potensi masuknya penyakit infeksi saluran pernafasan tersebut.

Menurut Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Yankesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, dr Ngakan Putu di Kabupaten Semarang banyak industri yang mempekerjakan warga negara Korsel. Para pekerja Korsel tersebut juga tinggal cukup lama di Kabupaten Semarang.

“Mereka tinggal dalam waktu lama di Kabupaten Semarang dan kembali ke negaranya secara temporer. Bisa saja setahun sekali atau setahun dua kali. Jadi kemungkinan masuknya penyakit itu sangat kecil. Kami sendiri tidak memiliki data rinci move in atau move out para pekerja ini,” kata dr Ngakan, Jumat pagi (5/6) kemarin.

Apalagi selama ini sudah ada tahapan mencegah masuknya MERS mulai dari Imigrasi, Kementerian Kesehatan yang menjadi pintu masuknya warga negara asing. Di tingkat daerah juga melakukan pengawasan ketat termasuk pemeriksaan kesehatan rutin sejumlah pekerja. Dari sisi infrastruktur, RSUD di Kabupaten Semarang juga memiliki standar layanan penyakit tertentu seperti MERS dan juga flu burung.

“Untuk tingkat daerah, upaya yang dilakukan dengan mengumpulkan pihak-pihak yang menangani kesehatan di masing- masing perusahaan. Apalagi di Kabupaten Semarang menjadi percontohan program upaya kesehatan kerja (Ukerja). Ruang isolasi pasien juga sudah siap.
Termasuk meningkatkan koordinasi dengan rumah sakit swasta serta layanan kesehatan mandiri (dokter praktek dan klinik kesehatan). Sehingga jika ada gejala langsung dapat ditangani,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang, Purbatinhadi menjelaskan hingga April 2015 sebanyak 515 warga negara asing (WNA) masuk ke Kabupaten Semarang menggunakan visa tenaga kerja asing (TKA) sebanyak 299 orang, 109 di antaranya berasal dari Korea. WNA Korea yang masuk ke Indonesia hingga saat ini steril dari MERS.

“WNA asal Korea itu bekerja di perusahaan atau buka usaha di sini. Rata-rata mereka tinggal di sini paling tidak enam bulan. Tidak ada yang bolak balik Indonesia – Korea, sehingga kemungkinan masuknya MERS kecil. Apalagi setiap pintu masuk ada tenaga medis yang mengecek kesehatan para WNA,” tuturnya.

Kendati sudah ada prosedur penanganan, namun di daerah utamanya Kesbangpol tetap melakukan antisipasi penyebaran MERS. Seperti pengawasan terhadap aktivitas para WNA, juga meningkatkan koordinasi dengan instansi lain seperti Dinas Kesehatan, Dinsosnakertrans dan Kepolisian. (tyo/ida)