Bedah Kurikulum Tingkatkan Mutu

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KAJEN-Keberanian berinovasi merupakan hal yang terus disulut dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan menggunakan kurikulum 2013. Kreativitas tersebut dilakukan melalui jalan pembedahan kurikulum yang telah diterapkan dalam Lembaga Pendidikan di sekolah maupun madrasah.

“Peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dengan hal mendasar. Yakni pembedahan kurikulum yang digunakan. Dengan begitu, berbagai misteri dapat terungkap termasuk pemecahan masalah yang mendorong daya kreatif para guru,” kata Hanafi, ketua panitia seminar nasional Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Pekalongan di Gedung NU, kemarin.

Bupati Pekalongan, Amat Antono mengatakan, pencapaian pendidikan di Kabupaten Pekalongan masih belum ideal. Oleh karena itu, dia berharap, melalui forum tersebut dapat memunculkan keberanian tampil, berinovasi dan mengambil keputusan. Terutama adanya rekomendasi tentang kurikulum untuk menjawab harapan dan tantangan masa depan. “Saya berharap adan kebijakan yang lebih mumpuni yang akan menjawab apa yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.

Terkait dengan potret pendidikan Kabupaten Pekalongan yang belum baik, Antono menjelaskan bahwa dirinya sudah mencoba memperbaiki keadaan sejak tahun 2011 lalu. Meski begitu, penanganan secara bertahap belum bisa menjadikan posisi pendidikan yang ideal.

Sementara itu Pimpinan Cabang NU Kabupaten Pekalongan, Muh. Dzukron menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber. Yakni Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jogjakarta, Prof Dr Musa Asy’Arie, Kepala Bidang Kurikulum Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Hery Widyastono, Anggota DPR-RI Drs. H. Bisri Romli, MM dan Pimpinan Cabang NU Kab.
Pekalongan. “Karena pendidikan merupakan tolok ukur atau standar maju mundurnya bangsa, harua terus maju, tapi jangan lupa menengok ke belakang untuk mengevaluasi, sehingga tidak salah arah,” ungkapnya. (hil/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -