Bentuk Timsus Hadapi Praperadilan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PLEBURAN – Dengan banyaknya gelombang gugatan praperadilan kasus korupsi, Kejaksaan Tenggi (Kejati) Jawa Tengah akan membentuk tim khusus (timsus) untuk menghadapi hal tersebut.

Kepala Kejati Jateng, Hartadi mengatakan, tersangka korupsi berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada 28 April 2015 bisa mengajukan gugatan praperadilan kepada kejaksaan, kepolisian, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

”Maka dengan adanya MK tersebut para tersangka korupsi akan melakukan perlawanan hukum melalui praperadilan. Sehingga kami akan membentuk tim jaksa khusus untuk menghadapi gugatan praperadilan,” kata Hartadi didampingi Kasi Penyidik Kejati Jateng, Imang Job Marsudi, Jumat (5/6).

Sementara berkaitan berapa jumlah personel yang akan disiapkan dalam tim tersebut, Hartadi tidak menjabarkan secara rinci. ”Anggota tim sesuai kebutuhan untuk menghadapi gugatan praperadilan,” ujarnya.

Hartadi juga tidak mempermasalahkan adanya gugatan praperadilan dari para tersangka kasus korupsi terhadap korp Adhiyaksa yang ia pimpin tersebut, ia menyatakan hal tersebut menjadi hak yang bersangkutan. ”Silakan Kejati dipraperadilan, kalau nanti salah kami akan mengaku kesalahan, tapi bila benar berarti memang kami benar,” tandasnya.

Hartadi mengakui sudah ada tersangka korupsi yang menggugat praperadilan ke Kejati dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto. ”Ke depan diperkirakan akan banyak tersangka koruptor yang menggugat praperadilan kejaksaan. Tapi tidak masalah, kami siap mengadapi,” ungkapnya.

Ia menerangkan, saat ini pihaknya masih menghadapi gugatan praperadilan tersangka kasus kuropsi dana bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng 2011, Joko Mardiyanto. Ia juga mengaku adanya gugatan praperadilan tersebut akan menguras energi kejaksaan.

Seperti diketahui, Joko Mardiyanto, staf ahli Gubernur Jateng mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan dirinya oleh Kejati Jateng sebagai tersangka. Ia menilai penetapannya tidak didukung bukti permulaan yang cukup sehingga ia menggugat praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Persidangan mulai digelar pada 4 Juni 205 dengan hakim tunggal, Siti Jamzanah. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -