BTPN Lempar Tanggung Jawab ke Dyah Ayu

336

BARUSARI – Pihak Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) merasa bukan pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya dana kasda Pemkot Semarang senilai Rp 22,7 miliar. Namun orang yang bertanggung jawab adalah Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK).

Hal tersebut diungkapkan oleh kuasa hukum BTPN, Savitri Kusumawardhani, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/6). ”Sebab, DAK adalah selaku pihak yang berperan aktif dalam pengelolaan dana kasda Pemkot Semarang. Itu fakta pertama,” terangnya.

Fakta kedua, lanjut Savitri, dalam gugatan pemkot tidak mengikutsertakan DAK sebagai tergugat. Padahal DAK merupakan pihak yang berperan aktif dalam mengelola kasda Pemkot Semarang. ”Fakta ketiga, gugatan Pemkot Semarang diajukan tanpa menunggu hasil perkara pidana yang sedang berjalan. Sehingga ini bukti bahwa gugatan ini sangat prematur,” tegasnya.

Savitri menjelaskan, berdasarkan historis transaksi keuangan di BTPN, terhitung sejak 2007-2014 dana Pemkot Semarang di giro Rp 82,2 juta dan pada rekening deposito Rp 514 juta yang terdiri atas tiga deposito. ”Dalam sistem transaksi di BTPN tidak pernah menerima dan tercatat adanya penempatan dana Rp 22,7 miliar pada tanggal 6 November 2014 atas nama Pemerintah Kota Semarang cq Wali Kota Semarang,” kata dia.

Selain itu, masih kata Savitri, DAK telah mengundurkan diri sebagai karyawati BTPN sejak 24 Januari 2011 silam. ”Ini merupakan sejumlah fakta hukum yang sangat jelas. Maka demi tegaknya keadilan, kami berharap majelis hakim menolak gugatan tersebut,” pungkas Savitri. (amu/aro/ce1)