Diuji Kepemimpinan hingga Loyalitas

618
TAHAPAN AKHIR: Bakal calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengikuti psikotes di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)
TAHAPAN AKHIR: Bakal calon Wakil Wali Kota Semarang Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengikuti psikotes di Panti Marhaenis, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Para bakal calon (balon) kepala daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diuji kepemimpinan dan kemampuannya dalam mengatasi masalah, Jumat (5/6). Kemampuan para bakal calon tersebut akan terlihat dari Focus Group Discussion (FGD) yang digelar.
Fit and Proper Test bagi 64 balon kepala daerah dari 9 kabupaten/kota di Jateng yang digelar di Panti Marhaenis kemarin berlanjut dengan agenda tes psikologi. Dalam psikotes yang dipandu para anggota Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) tersebut, juga ikut serta 10 balon titipan dari Dumai, Sumut, dan Lampung.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan tes psikologi digelar untuk mengukur karakter, loyalitas, manajerial, leadership (kepemimpinan), dan awareness (kepedulian) para balon. ”Tes ini terdiri atas ujian tertulis, FGD, dan wawancara langsung dengan psikolog,” ujarnya.

FGD dilakukan dengan membentuk kelompok diskusi beranggotakan 8-12 balon. Balon diambil secara acak dari berbagai kabupaten/kota. ”Dalam kelompok FGD tersebut akan dilempar kasus untuk didiskusikan bersama. Dari situ akan ketahuan mana yang memiliki kemampuan leadership dan kepedulian dalam membenahi permasalahan,” tandasnya. Sedangkan wawancara dengan psikolog dilakukan untuk mengetahui motivasi seseorang secara umum.

Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto menambahkan usai fit and proper test digelar, pihaknya akan memberikan usulan balon yang dianggap kompeten ke DPP. Selanjutnya DPP yang akan menentukan siapa yang mendapat rekomendasi.

Meskipun begitu, dia memastikan rekomendasi tidak akan turun secara serentak. ”Semua tergantung wilayahnya. Kalau wilayah yang sudah ada tokoh atau incumbent-nya, saya kira turunnya rekomendasi akan cepat. Seperti Kota Semarang atau Solo,” ujarnya. Namun berbeda halnya dengan daerah di mana PDIP belum memiliki tokoh seperti Kabupaten Rembang. ”Di Rembang kita tidak punya tokoh, kursi di dewan juga hanya empat. Yang seperti itu diperkirakan akan lama turunnya,” papar dia. (ric/ce1)