GPK Desak Bupati Tertibkan Tempat Hiburan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SELALU RAMAI : Suasana tempat hiburan di Bandungan yang semakin berkembang pesat. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SELALU RAMAI : Suasana tempat hiburan di Bandungan yang semakin berkembang pesat. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Pengusaha tempat hiburan di Bandungan ditengarai kerap melanggar jam operasional pada bulan Ramadan. Selain itu, diduga kuat melanggar aturan dengan menambah jumlah kamar serta menambah jumlah pekerja karaoke (PK) dan pekerja seks komersil (PSK). Kondisi tersebut jika dibiarkan, akan menimbulkan reaksi keras sejumlah organisasi massa, karena dinilai tidak menghormati bulan suci Ramadan.

Sekretaris Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Jateng, Muhamad Mustafid menilai merebaknya hiburan malam dan jumlah PK dan PSK disebabkan Pemkab Semarang melakukan pembiaran. Sehingga bisnis hitam di Kabupaten Semarang, terutama di Bandungan berkembang pesat.

Mustafid mengingatkan Bupati untuk menertibkan tempat hiburan di Kabupaten Semarang utamanya di Bandungan. Ramadan tahun ini menjadi momentum untuk menghentikan segala bentuk kemaksiatan terutama prostitusi di Kabupaten Semarang.

“Kami minta Bupati membuat surat edaran agar para pengusaha menghormati bulan Ramadan yakni dengan tidak melakukan aktivitas pada bulan suci. Kami juga sudah menyurati Kapolda untuk berpartisipasi aktif dalam memberantas penyakit masyarakat di bulan Ramadan,” tutur Mustafid.

Terpisah, Kapolres Semarang AKBP Latif Usman meminta pengusaha tempat hiburan di Bandungan menaati jam larangan beroperasi selama Ramadan yang dikeluarkan oleh Pemkab Semarang. Polres Semarang juga mengingatkan agar sejumlah organisasi masyarakat tidak melakukan aksi sweeping. “Kalau disuruh tutup, ya tutup. Menutup tempat hiburan itu dalam rangka melindungi dan membuat nyaman warga yang beribadah,” tutur Kapolres.

Menurut Kapolres pihaknya akan bertindak tegas dengan segala gangguan kamtibmas. Termasuk jika ada aksi sweeping oleh kelompok tertentu yang tidak sesuai ketentuan. Sebab hanya Polri yang berhak melakukan sweeping adanya pelanggaran. “Sudah kita tekankan agar tidak ada aksi sweeping, sebab garda terdepan tugas penertiban adalah polisi,” tegasnya. (tyo/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -