Harus Ada Terobosan Atasi Kemacetan

276

SEMARANG – Pemprov Jateng serta sejumlah pemerintah daerah harus mulai melakukan antisipasi kemacetan lalu lintas selama arus mudik dan balik Lebaran 2015. Antisipasi dini harus dilakukan mengingat kemacetan selalu terjadi setiap tahun. Untuk itu, pemerintah harus benar-benar melakukan berbagai terobosan.

”Kemacetan itu tanggung jawab pemerintah sebagai pelayan masyarakat. Jadi jangan sampai kemacetan terus jadi budaya, karena ini mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso.

Politisi PKS ini menambahkan, pemerintah daerah harus bisa kreatif mengatasi kemacetan. Salah satu penyebab kemacetan, karena masih banyak perbaikan jalan yang belum dirampungkan. Pihaknya mendesak, agar perbaikan jalan sudah selesai sebelum Ramadan. ”Jangan sampai ada pembangunan masuk Ramadan apalagi Lebaran. Jelas itu bakal membuat macet,” imbuhnya.

Untuk mengatasi kemacetan, pemerintah harus mengambil kebijakan tegas dengan mengoptimalkan angkutan umum. Dengan membenahi fasilitas di dalam angkutan umum, masyarakat akan merasa nyaman dan aman. ”Jika ini benar-benar dilakukan, tentu masyarakat akan lebih senang menggunakan angkutan dibandingkan kendaraan pribadi,” tambahnya.

Dewan menilai persoalan kemacetan selalu menjadi problem serius di sejumlah daerah. Untuk itu, harus ada ketegasan dan perbaikan infrastruktur. Jalanan harus benar-benar menjadi prioritas utama baik Pemprov Jateng maupun pemerintah daerah. ”Sampai saat ini jalan rusak masih menjadi problem. Ini harus segera dibenahi,” kata anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainurrichald.

Tapi nyatanya pembangunan jalan terus mengalami kemoloran. Dan ironisnya tidak sedikit material yang berserakan di pinggir jalan sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan. ”Pembangunan mestinya harus ada skala prioritas, agar tidak ada pembangunan tiap tahun,” tambahnya. (fth/ric/ce1)