Heryi Rusdjijanto Divonis 13 Bulan

371

MANYARAN – Heryi Rusdjijanto mantan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan, terdakwa kasus korupsi bantuan sosial (Bansos) dari Pemerintah Provinsi Jateng tahun 2011-2012 oleh majelis Majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang dijatuhi vonis 1 tahun 1 bulan penjara.

”Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama sesuai dakwaan subsider Pasal 3 perundangan tindak pidana korupsi,” ujar hakim ketua Gatot Susanto dalam amar putusannya.

Hakim menyebutkan, terdakwa telah terbukti menikmati uang negara untuk kepentingan pribadi. Namun majelis berpendapat pengembalian kerugian negara menjadi salah satu pertimbangan yang meringankan.

Pemotongan dana bansos yang dikumpulkan oleh pelaksana lapangan Siti dan Hutomo lalu diserahkan kepada Heryi jelas telah menguntungkan diri sendiri. Terdakwa pun telah menyalahgunakan kesempatan dan bekerja sama dengan peranannya masing-masing.

Sedangkan bagi terdakwa Hutomo yang kini malah melarikan diri menjadi pertimbangan memberatkan bagi majelis. Dengan perbuatan tersebut menjadikan bansos tidak bisa tercapai ke sasaran.

Setelah hakim membacakan amar putusan, terdakwa langsung menyatakan menerima sementara jaksa penuntut umum (JPU) Johar Arifin menyatakan masih pikir-pikir. ”Kami pikir-pikir atas putusan hakim,” kata JPU, Johar, Jumat (5/6).

Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah ketiganya memotong dana bansos lebih dari 50%. Heryi dinilai terlibat karena telah menyetujui puluhan proposal yang diajukan Siti dan Hutomo. Proposal itu mewakili kelompok kesenian tradisional ataupun lembaga yang aktif dalam bidang seni budaya.

Atas proposal yang yang dikoordinir terdakwa Siti dan Hutomo, kemudian diajukan ke Biro Bina Sosial dan Mental Setda Pemprov Jateng dan disetujui. Usai dituangkan dalam SK Gubernur Jateng, dana bansos lalu dicairkan lewat rekening ke masing-masing penerima. Atas pencairan itu, terdakwa memotongnya. Dari dana masuk total jumlah dana sekitar Rp 348 juta. Dari jumlah itu total dana yang dipotong sekitar Rp 127,6 juta.

Korupsi yang dilakukan ketiganya secara bersama itu diduga juga melibatkan pejabat Pemprov Jateng. Dalam amar putusan hakim disebutkan, Heryi mengajak Siti dan Hutomo ke mantan Kabiro Bina Sosial Joko Mardiyanto dan Ketua Tim Verifikasi Bansos Joko Suryanto untuk mengondisikan bantuan tersebut. Baik Joko Mardiyanto maupun Joko Suryanto kini sudah ditahan di LP Kedungpane atas kasus lain yang kini masih ditangani Kejati Jateng dan berkasnya masih dalam proses penyidikan. (bj/zal/ce1)