Pedagang Pasar Kembangsari Resah

1545
MEMPRIHATINKAN : Kondisi Pasar Kembangsari Tengaran Kabupaten Semarang yang kumuh dan tidak aman. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
MEMPRIHATINKAN : Kondisi Pasar Kembangsari Tengaran Kabupaten Semarang yang kumuh dan tidak aman. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

TENGARAN—Pasar Kembangsari di Desa Karang Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang semakin memprihatinkan. Pasalnya banyak sampah berserakan dan beberapa toko mulai rusak. Kondisi itu diperparah dengan keamanan dan ketertiban Pasar Kembangsari yang tidak diperhatikan oleh pengelola pasar.

Terakhir (5/5) toko kelontong milik salah satu pedagang dibobol maling pada malam hari. Tapi sudah berkali-kali para pedagang menyampaikan keluhan, tapi belum ada respon dari pengelola UPTD pasar. Sampai sekarang, sudah terjadi puluhan kali kasus pencurian barang kebutuhan pokok. Sasaran pencurian mengarah ke toko kelontong yang terletak di dalam Pasar Kembangsari.

Pemilik Pasar Kembangsari inisial B, 34, mengaku akhir-akhir ini pencurian di Pasar Kembangsari sedang marak. Pencuri kerap membobol toko pedagang meskipun kondisi pasar sedang ramai. “Saya heran, padahal sudah dilaporkan kepada yang berwajib, tapi sampai saat ini kejadian tersebut masih sering terjadi,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh M, 48, pedagang di Pasar Kembangsari. Tokonya sudah pernah dibobol pencuri, beberapa karung beras dan tabung gas raib. Ada beberapa bekas congkelan di pintu tokonya. Pihak berwajib sudah melakukan olah TKP, tapi masih saja terjadi pencurian. “Kami berharap ada pengamanan dari Dinas Pasar, agar kejadian seperti ini tidak terulanng lagi. Karena kalau begini terus bisa ditinggal para pedagang,” keluhnya.

Sementara itu, dalam Jawa Pos Radar Semarang, kondisi Pasar Kembangsari terkesan kumuh karena banyak sampah berserakan yang tidak diangkut petugas, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

Di sisi lain, jalan yang bergelombang dan berbatu di belakang Pasar Kembangsari, dikeluhkan pedagang sekitar, karena jika hujan becek. Bahkan, menyebabkan pengunjung masuk ke dalam pasar. Meskipun pasar merupakan tanah bengkok desa, tapi banyak pedagang yang mengais rezeki.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, status tanah Pasar Kembasari adalah milik desa yang dibangun oleh investor. Kemudian dikelola oleh Pemkab Semarang dan hasilnya dibagi rata. (abd/ida)