Sudah Bayar Iuran, Listrik Tak Menyala

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PURWODINATAN – Sejumlah pedagang Pasar Johar yang menempati lapak darurat sementara di Jalan KH Agus Salim mengeluhkan lampu penerangan yang ada di lokasi. Pasalnya, instalasi listrik di lapak tersebut tidak berfungsi alias padam. Padahal para pedagang sudah ditarik iuran listrik antara Rp 3 ribu-Rp 5 ribu per hari. Alhasil, para pedagang yang menempati lapak di depan eks Matahari Johar tak bisa menyalakan lampu penerangan dan peralatan elektronik. Hal ini dikeluhkan oleh para pedagang VCD/DVD lantaran tidak bisa berjualan saat listrik padam.

Ketua Kelompok PKL Darurat, Harjono, mengakui, sudah beberapa hari terakhir, listrik di kelompoknya mengalami pemadaman. Akibatnya, banyak pedagang yang berjualan tanpa penerangan meski di siang hari. ”Sudah dua hari listriknya mati. Lihat saja lampunya tidak menyala. Penjual VCD juga tidak bisa jualan. Padahal kelompok pedagang lain di Jalan KH Agus Salim, listriknya menyala. Sebenarnya di balik ini semua ada apa? Saya juga tidak tahu,” keluhnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (5/6) kemarin.

Sedangkan terkait adanya praktik jual beli lapak, Harjono mengakui di kelompoknya tidak ditemukan. Para pedagang yang menempati lapak darurat di Jalan KH Agus Salim, kata dia, hanya dikenakan iuran pembangunan lapak dengan nominal bervariasi.

”Jumlah pedagang di kelompok PKL Darurat 150 orang, dikenakan iuran Rp 3 ribu per hari setiap lampu untuk masing-masing pedagang. Semua pedagang di sini juga ditarik uang keamanan barang jualan. Tapi iuran ini sukarela. Ada yang Rp 1.000, ada yang Rp 2 ribu per hari,” katanya.

Hal sama juga diungkapkan penjual VCD/DVD kelompok PKL Darurat, Sri Budiningsih. Ia mengaku nekat berjualan meski tanpa ada aliran listrik. Akibatnya, omzet penjualannya menurun, lantaran calon pembeli tak bisa mencoba VCD/DVD yang akan dibelinya.
”Saya bayar iuran listrik Rp 5 ribu, karena memakai televisi. Kalau hanya pakai lampu saja bayar Rp 3 ribu per hari. Sudah 3 hari ini listriknya tidak nyala,” keluhnya.

Terpisah, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Ari Purbono, menyayangkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan uang dari pedagang di lapak darurat sementara Jalan KH Agus Salim.

”Termasuk listrik itu. Ada penarikan iuran yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan pemerintah. Mereka mengambil listrik dari aliran JPU, tapi oknum ini menarik iuran. Padahal pemerintah tidak menarik atau memungut iuran. Harapan kami kepada koordinator pedagang untuk segera melapor kepada pemerintah kota,” katanya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko, mengakui, adanya tindak kecurangan yang dilakukan oleh oknum dalam melakukan pengambilan aliran listrik. ”Informasi di lapangan seperti itu, oknum itu mengambil aliran listrik di lampu penerangan jalan, lalu dia menarik iuran ke pedagang. Nanti akan kami tindak,” tegasnya. (mha/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -