Tinggi, Peluang Kerja Broadcaster

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PRAKTIK LANGSUNG : Peserta mencoba praktik menggunakan kamera yang hasilnya ditayangkan langsung lewat proyektor yang telah disediakan. (AJIE MH/jawa pos RADAR SEMARANG)
PRAKTIK LANGSUNG : Peserta mencoba praktik menggunakan kamera yang hasilnya ditayangkan langsung lewat proyektor yang telah disediakan. (AJIE MH/jawa pos RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Dunia broadcasting tengah membutuhkan banyak tenaga kerja. Pasalnya, beberapa media televisi mulai melebarkan sayap ke daerah-daerah, termasuk Semarang.

“Sayang peluang ini belum ditangkap masyarakat. Selama ini, masing-masing media televisi mengirimkan para broadcaster dari pusat untuk babat alas di daerah,” ungkap Dosen Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Salomo Brian Sonaru dalam workshop bertajuk Ayo Jadi Broadcaster di aula YSKI, kemarin.

Gelaran yang diikuti 50 siswa SMA itu memberikan ilmu-ilmu dasar mengenai jagad broadcasting. Dari bagaimana cara mencari gambar yang menarik, paparan singkat mengenai proses editing, hingga penayangan. Agar makin jelas, peserta diberi kesempatan untuk praktik langsung mengoperasikan kamera.

Brian menuturkan, dengan pengenalan dunia broadcasting ini, para peserta bisa tertarik untuk menerjuninya. “Sebenarnya animonya sangat tinggi. Tapi masih belum ada yang berani menerjuni dunia kerjanya. Padahal, permintaannya tinggi dan daya saingnya masih bisa dibilang rendah,” ucapnya.

Sementara itu, produser di salah satu televisi swasta, Kristanti menimpali, dunia broadcasting sangatlah menyenangkan. Bagi yang suka tantangan, bisa dipastikan klop dengan jenis pekerjaan ini lantaran memang dituntut punya jiwa petualang. “Tidak hanya pintar ambil gambar saja, tapi juga harus punya ide dan kreatifitas agar objek yang direkam kamera tidak sama dengan kameramen lain,” ucapnya.

Ditambahkan panitia Qory Linda Octasalvia, broadcasting tidak hanya mencangkup kameramen dan editor saja. Presenter, news anchor, dan lain sebagainya juga masuk di ranah ini. Artinya, dalam satu program televisi, butuh banyak punggawa untuk menggarapnya. (amh/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -