91 Pejabat Baru Harus Miliki Etos Kerja Islami

390
DIKUKUHKAN: Pejabat baru di RSI Sultan Agung saat menandatangani kesepahaman jabatan baru, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIKUKUHKAN: Pejabat baru di RSI Sultan Agung saat menandatangani kesepahaman jabatan baru, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
DIKUKUHKAN: Pejabat baru di RSI Sultan Agung saat menandatangani kesepahaman jabatan baru, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

KALIGAWE — Sebanyak 91 pejabat struktural, fungsional, dan manajer RSI Sultan Agung dilantik. Diharapkan pejabat baru bisa meningkatkan profesionalisme dalam bekerja sebagai bagian dari etos kerja Islami. Apalagi dalam menghadapi Masyarkat Ekonomi Asean (MEA).

Menurut Direktur Utama RSI Sultan Agung, dr H Masyhudi, tantangan yang dihadapi di era pasar bebas mendatang lebih berat dibandingkan dengan masa lalu. Terlebih dengan adanya regulasi program Jaminan Kesehatan Nasional melalui BPJS berdampak pada lahirnya perubahan strategi manajemen rumah sakit. ”Untuk merespons situasi tersebut, RSI Sultan Agung mengoptimalkan pelayanan kesehatan di MCEB ( Multi Centres of Excellence ) dengan mendorong seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki RS,” ungkapnya usai melantik.

Selain itu manajemen berusaha merampungkan program penggalian nilai-nilai Islam dalam pelayanan kesehatan di masing-masing unit. ”Jadi setelah model pelayanan kesehatan Islami dibukukan, maka setiap unit kerja mengimplementasikannya, dan setiap karyawan rumah sakit dapat berperan sebagai Insan Dakwah dengan cara menyampaikan pesan-pesan agama sesuai bidang pelayanannya,” akunya.

Sementara itu, Drs H Muhtar Arifin Sholeh menyampaikan agar pengurus baru tidak terlena dengan jabatan dan kekuasaan. Karena jabatan di dunia ini hanyalah bersifat sementara. ”Pejabat yang baru dilantik dapat melaksanakan amanah dengan baik dan adil,” katanya. (hid/zal/ce1)