Digerebek, Pejudi Sabung Ayam Kalang Kabut

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

NGALIYAN – Puluhan pejudi dari berbagai daerah kalang kabut. Saat tim Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang berpakaian preman menyergap arena judi yang lokasinya di tengah hutan daerah Dukuh Tidar Kelurahan Podorejo Kecamatan Ngaliyan, sekitar pukul 15.00 Minggu (7/6) kemarin. Sebanyak lima orang pria yang diduga peserta judi sabung ayam dibekuk. Sedangkan puluhan yang lain berhasil kabur ke tengah hutan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sekitar pukul 15.00, tim Resmob Polrestabes Semarang langsung merangsek ke lokasi arena judi tersebut. Lokasinya cukup tersembunyi karena harus menyusuri hutan jati dan kebun rimbun. Di areal kebun tersebut, arena sabung itu seluas 3 x 3 meter berbentuk kotak. Di tengah arena terdapat karpet. Sedangkan di pinggirnya di kelilingi terpal setinggi 1 meter.

Arena judi sabung ayam tersebut diduga ada kaitan dengan jaringan judi ayam nasional yang digerebek di Jalan Srinindito Raya, Kelurahan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, Minggu (18/1/2015) lalu.

Lima orang yang digelandang ke Mapolrestabes Semarang, masing-masing; Joko Siswoyo, 37, warga Dawung RT 4 RW 3 Kedungpane Mijen, Kota Semarang; Asrun, 42, warga Kedungpane RT 6 RW 2 kelurahan Kedungpane; Sumarsono, 71, warga Ngadirgo Mijen, Kota Semarang; Setiawan, 37, warga Campurejo RT 6 RW 1 Kelurahan Campurejo Boja; dan Harno, 49, warga Setombo RT 3 RW 2 Kelurahan Kedungpane.

Aparat menyita sebanyak 10 ekor ayam petarung, jam dinding, 13 motor, 14 kurungan ayam, 4 handphone, seperangkat kertas rekapan taruhan, dan uang taruhan Rp 3 juta lebih.

Harno mengelak uang Rp 3 juta lebih yang disita dari tangannya merupakan uang hasil penjualan ayam potong. ”Itu hasil jualan ayam potong Pak. Bukan uang taruhan,” kata Harno saat dimintai keterangan di Mapolrestabes Semarang, petang kemarin.

Namun demikian saat dicecar pertanyaan, Harno terkesan berbelit-belit dengan menjawab tidak konsisten. Saat ditanya jumlah uang miliknya berapa, ia keceplosan itu uang milik orang banyak. ”Itu sebagian milik orang lain, sebagian milik saya sendiri,” katanya.

Begitu pun Sumarsono, ia mengaku hanya mampir menonton di arena judi sabung ayam. ”Saya tidak ikut taruhan. Tadi saya mendengar kabar kalau ada sabung ayam. Saya ke sini bermaksud membeli ayam, siapa tahu kalau ada yang kalah, lalu menjual ayamnya. Benar, saya enggak ikut taruhan. Saya juga tidak bawa ayam, lha wong tujuannya mau beli ayam kok,” katanya.

Menurut Sumarsono, arena judi sabung ayam tersebut sebenarnya sudah pernah beroperasi lama. Namun sempat berhenti setelah arena jaringan Yanto BK di Jalan Srinindito Raya, Kelurahan Simongan, Kecamatan Semarang Barat, digerebek beberapa waktu lalu.

”Saat BK tutup, di sini juga tidak beroperasi. Saya tidak tahu apakah arena sabung ayam di sini ada kaitannya dengan di BK atau tidak. Tadi ada 20 sampai 30-an orang, pada lari semua,” ujarnya.

Sementara menurut Joko Siswoyo, arena judi sabung ayam tersebut telah beroperasi sejak seminggu lalu. ”Hanya beraksi setiap hari Minggu. Saya nonton baru sekali. Memang ada taruhan berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Timer-nya 15 menit. Saya hanya bertugas menjaga ayam. Setahu saya arena tersebut dikelola oleh Pak CTR, yang menyediakan lahan juga Pak CTR,” katanya.

Sementara Asrun yang juga di lokasi kejadian sempat mengalami luka akibat terjatuh saat digerebek. ”Tadi panik, Pak CTR teriak lari, saya panik terus terjatuh,” katanya.

Kasat Reskrim AKBP Sugiarto mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. ”Nanti kalau ada perkembangan saya sampaikan. Ini baru pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Hingga tadi malam sekitar pukul 19.00, lima orang yang diamankan masih diperiksa di Mapolrestabes Semarang. Statusnya masih menjadi saksi. (amu/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -