Harga Daging Ayam Mulai Melonjak

388
MEROKOT : Harga daging ayam di Pasar raya Salatiga sudah mulai naik 50 persen jelang Ramadan. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEROKOT : Harga daging ayam di Pasar raya Salatiga sudah mulai naik 50 persen jelang Ramadan. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEROKOT : Harga daging ayam di Pasar raya Salatiga sudah mulai naik 50 persen jelang Ramadan. (DINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Menjelang bulan puasa Ramadhan, sejumlah harga kebutuhan pokok mulai naik. Harga daging ayam misalnya sudah melonjak lebih dari 50 persen dari harga sebelumnya. Sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Raya I Salatiga, kenaikan harga dipicu oleh berkurangnya kiriman daging ayam ke pedagang dan banyaknya permintaan konsumen terhadap daging ayam potong maupun daging ayam kampung selama musim bulan sya’ban. Kenaikan harga signifikan juga terjadi pada bawang merah.

“Biasa, setiap akan memasuki bulan ramadhan kiriman daging ayam makin sedikit, sedangkan permintaan pembelinya makin banyak,” kata seorang pedagang los daging Pasar Raya I lantai atas Salatiga, Mudrikah, 54, kemarin.

Mudrikan menyebutkan, dalam waktu satu minggu terakhir, harga ayam potong yang sebelumnya berkisar Rp 22 ribu per kilogram naik menjadi Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan untuk daging ayam kampung, kenaikan harga hampir dua kali lipat. Edi, 50, pedagang masakan ayam kampung goreng di sekitar terminal bis Tingkir mengaku, harga daging ayam kampung mentah dari harga sebelumnya ia beli seharga Rp 60 ribu per ekor naik menjadi Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per ekor.

“Banyak yang mencari ayam kampung untuk acara sya’banan. Dalam satu hari, warung saya bisa menghabiskan 10 hingga 12 ekor,” imbuhnya.
Akibat kenaikkan harga ini, beberapa pedagang memilih tidak berjualan dan berimbas kepada para penjualan masakan ayam. Seperti yang dialami Septa, 41, penjual ayam goreng ini kesulitan mendapatkan stok ayam karena penjual memilih tutup dan tidak berjualan. “Ya tetap berjualan tetapi tidak ada keuntungan, yang penting menjaga pelanggan,” kata Septa.

Beberapa komoditas lain yang mengalami lonjakan harga beberapa hari terakhir ini adalah bawang merah dan cabai keriting. Bawang merah dari sebelumnya harga Rp 15 ribu per kilogram naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Melonjaknya harga bawang merah hingga dua kali lipat lebih ini melampaui harga bawang putih yang semula Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu.

Para pedagang menduga, naiknya harga bawang merah disebabkan karena terjadi gagal panen di Brebes. “Terlalu banyak kena hujan,” kata mereka. Sedangkan cabai keriting dari harga sebelumnya Rp 20 ribu per kilogram naik menjadi Rp 24 ribu per kilogram, setara dengan harga cabai rawit. (sas/fth)