Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Stagnan

312

SEMARANG – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada kuartal kedua tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan kuartal pertama. Hal ini dikarenakan hingga kini harga komoditas di pasar internasional belum mengalami kenaikan yang cukup berarti.

“Biasanya di kuartal kedua aktivitas ekonomi ada peningkatan. Tetapi harga komoditas sampai sekarang juga belum ada kenaikan. Sehingga kalaupun ada peningkatan mungkin hanya sedikit,” ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, kemarin.

Untuk mengatasi hal ini, pihaknya mendorong sejumlah derah penghasil komoditas batubara, karet, dan kelapa sawit untuk melakukan diversifikasi. Hal itu dikarenakan tren harga komoditi tersebut saat ini sedang mengalami penurunan drastis, sehingga mempengaruhi nilai ekspor secara nasional.

Hal tersebut berkaca dari perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal I/2015 yang banyak dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas. Berdasarkan catatan Pusat Statistik (BPS) daerah – daerah seperti Kalimantan dan Sumatera yang mengandalkan komoditi tercatat mengalami pertumbuhan negative. “Berbeda dengan daerah – daerah di pulau Jawa yang masih bisa tumbuh 5 persen atau 6 persen, beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan justru mengalami pertumbuhan negatif,” jelasnya.

Oleh karena itu ia mengusulkan agar daerah – daerah yang selama ini mengandalkan komoditi pertambangan dan pertanian beralih ke sektor manufaktur dan Jasa. Namun demikian diversifikasi ini juga harus mendapat dukungan dari pemerintah, berupa pembangunan infrastruktur yang memadai. “Jadi program pemerintah yang mendorong infrastruktur jalan, listrik dan pelabuhan sudah tepat. Tinggal sekarang bagaimana memercepat proses tender, mempercepat pencairan anggaran sehingga proyek infrastruktur bisa jalan,” tandasnya. (dna/smu)