PL Bernyanyi, 8 Pemakai Ditangkap

501
NARKOBA : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat melakukan gelar perkara narkoba di Mapolres Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
NARKOBA : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat melakukan gelar perkara narkoba di Mapolres Batang. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Sindikat peredaran narkoba di Kabupaten Batang terungkap. Semua bermula ketika Rina Hailala, 18, warga Desa Sawangan RT 05 RW 02, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, dan Citra Lestari, 20, warga Desa Sidokangen, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, keduanya berprofesi sebagai Pemandu Lagu (PL), terjaring razia operasi pekat yang dilakukan oleh Polres Batang di Hotel Yudhistira Desa Sambong, Kabupaten Batang, pada Kamis (4/6) malam kemarin.

Dari tas yang mereka miliki terdapat satu paket ganja kering yang merupakan barang pesanan tamu hotel yang ada di Kecamatan Wiradesa, Sodik, 24, warga Desa Curug, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Mereka akhirnya diciduk oleh petugas Sat Narkoba Batang, setelah Rina dan Citra mengantarkan ganja pesanan Sodik.

Dalam pemeriksaannya di Polres Batang, Sodik pun memberi keterangan, bahwa ganja pesanannya tersebut juga merupakan pesanan dari Wahuri, 21, Aji, 21, Khaerul, 20, dan Nur Rokhim, 21, warga Desa Silirejo dan Dadirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Batang. “Setiap kali mengantarkan barang pesanan dari Sodik, kami berdua mendapatkan upah Rp 200 ribu,” ungkap Rina.

Rina juga mengatakan bahwa pekerjaannya sebagai kurir ganja karena diajak oleh Citra Lestari yang sebelumnya telah kenal dengan Sodik. Menurutnya dari lima kali pengiriman yang dilakukan bersama Citra, Kamis (4/6) malam adalah pengiriman ganja yang jumlahnya cukup banyak.

“Kami tidak tahu kalau barang tersebut adalah ganja, kami menerima paket tersebut dari seseorang yang mengontak kami, dan diserahkan di halaman parkir Hotel Yudhistira untuk diserahkan kepada Sodik yang sebelumnya telah kami kenal,” kata Rina yang dibenarkan oleh Citra.
Dari hasil pemeriksaan terhadap Sodik, Satnarkoba Polres Batang, akhirnya menangkap Romadhon, 34, warga Kelurahan Jenggot, Kecamatan Buaran, Kota Pekalongan, dan Hadi Muhidin, 34, warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Keduanya ditangkap saat melakukan transaksi narkoba di warung lesehan Jetayu, Kota Pekalongan, berkat informasi yang diberikan Sodik.

“Pemasok ganja dan sabu ada di Jakarta, paket barang datang jika ada pesanan, itu pun melalui kurir yang selalu berbeda orang, termasuk Rina dan Citra,” jelas Sodik, Sabtu (6/6) siang saat gelar perkara narkoba di Polres Batang.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono, menegaskan bahwa ke-10 tersangka dikenakan pasal yang berbeda, yakni Pasal 112 ayat1 tentang menyimpan dan menguasai narkoba jenis golongan satu, serta Pasal 114 ayat 1 tentang membeli atau menyerahkan narkoba jenis golongan satu, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maximal 20 tahun penjara.

“Tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lain, karena dari pemeriksaan 2 wanita pemandu lagu, masih ada tersangka lain yang saat ini data dan identitasnya telah kami kantongi,” tegasnya. (thd/ric)