Pedagang Nakal Harus Ditertibkan

332
SEPI PENGUNJUNG: Para pedagang sedang beraktivitas di pasar darurat selama pembanguan Pasar Bojong berlangsung. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI PENGUNJUNG: Para pedagang sedang beraktivitas di pasar darurat selama pembanguan Pasar Bojong berlangsung. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Pedagang Pasar Bojong yang menempati lokasi Pasar Darurat mengeluhkan sepinya pembeli. Disinyalir lantaran banyak pedagang yang nekat berjualan di dekat lokasi pemugaran pasar. Kondisi tersebut dikhawatirkan bakal memicu konflik, jika tidak segera ditertibkan.

Seorang pedagang, Supri, 38, mengatakan bahwa ketika semua pedagang lama dipindah ke lokasi pasar darurat, muncul para pedagang yang juga rekannya sendiri. “Kalau para pedagang pindah ke sini (pasar darurat, red), tapi ada pedagang jualan di dekat bangunan lama. Akibatnya, para pembeli jarang yang masuk ke sini,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (8/6) kemarin.

Dia menambahkan, kedatangan para pedagang baru tersebut, membuat para pedagang yang menempati lokasi Pasar Darurat resah. “Terutama pagi, sampai pukul 09.00. Kalau ada pedagang di tepi jalan dan gang masuk, otomatis yang masuk ke Pasar Darurat sepi,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan pedagang lain, Agus, 40, warga Kecamatan Bojong. Menurutnya, keberadaan para pedagang tak taat aturan itu bisa menimbulkan kesenjangan. Sebab, di satu sisi, para pedagang menaati peraturan berjualan di Pasar Darurat, namun banyak pedagang nakal yang nekat berjualan di lokasi dekat pemugaran pasar.

“Walaupun rezeki itu sudah ada yang mengatur, tapi banyak pedagang yang mengeluh. Karena memang jelas, banyak yang berjualan di tepi jalan,” ujar pedagang ikan itu.

Agar tidak memicu ketegangan antar pedagang, Agus mengungkapkan harus ada tindakan tegas dari pemerintah. Sehingga, para pedagang dadakan yang berjualan tidak di lokasi semestinya, bisa ditertibkan. Padahal, lahan di Pasar Darurat, sebenarnya muat untuk menampung semua pedagang.

“Kalau bisa ya ditertibkan, agar tidak seperti itu. Lha wong kita sama-sama pedagang. Soalnya kalau dibiarkan, nanti semakin banyak yang ikut-ikutan,” kata dia. (hil/ida)