Takut Ketinggian, Juara Wall Climbing

605
Casmuria. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Casmuria. (FAIZ URHANUL HILAL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Casmuria, sesuatu yang membuatnya takut atau mengancam dirinya, justru kian menantang untuk dilawan dan diterjang. Keberaniannya itulah yang membuatnya mahasiswi Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kabupaten Pekalongan ini meraih segudang prestasi. Di antaranya adalah juara dua panjat tebing se Jawa-Bali dalam event Mentari Wall Climbing Competition (MWCC) di Universitas Muhammadiyah Magelang, belum lama ini.

Dara kelahiran Pekalongan, 5 Oktober 1993 itu memaparkan, momok takut dengan ketinggian akan semakin besar jika terus menerus dihindari. Sebab, dengan menghindar, secara tidak langsung dalam diri akan tersugesti bahwa berada di ketinggian itu menakutkan.
“Saya memang takut sekali dengan ketinggian. Tapi saya tidak mau terus terjebak dalam ketakutan. Setelah saya biasakan, ternyata bisa,” ungkap dara yang akrab disapa Ria ini.

Mempunyai pemahaman terbalik memang tidak mudah. Namun gadis yang suka tantangan ini mengaku dengan ketekunan dan fokus bahwa ketinggian itu menyenangkan, dirinyapun menuai hasil. Bukan hanya mampu menguasai diri, juga berbagai prestasi membanggakan baik event lokal maupun nasional.

“Saya ikut pecinta alam di SMK. Kemudian, dikenalkan dengan panjat tebing. Awalnya tidak karuan takutnya, begitu melihat ke bawah jadi tidak berani,” timpalnya sembari tersenyum.

Pada 2011, mewakili SMK Muhammadiyah Karanganyar, Ria mampu menyabet juara tiga lomba panjat tebing tingkat Kabupaten Pekalongan. Pada tahun yang sama, Ria juga menyabet juara dua dan tiga dalam kelas berbeda pada Kejuaraan Daerah Jawa Tengah. Ria juga mencatatkan namanya sebagai juara tiga pada Pekan Olahraga Provinsi tahun 2013 di Banyumas. “Meski awalnya takut, latihan dan terus latihan, akhirnya saya menemukan bahwa ketinggian itu menyenangkan dan menantang,” tandasnya. (hil/ida)