Tidak Layak Disebut Peduli HAM

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Bambang Kusriyanto. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
Bambang Kusriyanto. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Penetapan Kabupaten Semarang sebagai daerah yang peduli Hak Azasi Manusia (HAM) dianggap tidak layak oleh Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto. Pasalnya di wilayah Kabupaten ini masih banyak pelanggaran HAM seperti masih adanya intimidasi dari perusahaan kepada karyawannya saat akan menyuarakan haknya.

“Parameternya apa kok Kabupaten Semarang bisa masuk kategori Kabupaten peduli HAM. Kenyataan masih ada intimidasi yang dilakukan perusahaan ketika pekerjanya demo ke Dewan minta kenaikan UMK atau memperjuangkan keselamatan kerja mereka,” tutur Bambang Kusriyanto, Senin (8/6) kemarin.

Tidak hanya itu saja, banyak perusahaan yang tidak membayarkan uang lemburnya. Belum lagi hak-hak warga miskin juga belum diperhatikan. “Kondisi itu apakah layak,” kata dia geram.

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI menetapkan Kabupaten Semarang sebagai salah satu dari 16 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yang peduli HAM. Kriterianya yakni peduli hak hidup, hak mengembangkan diri, hak atas kesejahteraan, hak atas rasa aman, dan hak atas perempuan.

Penghargaan ini sebagai implementasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI (Permenkumham) No 25 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Permenkumham No 11 Tahun 2013 tentang Kriteria Kabupaten/Kota Peduli HAM.

“Semua kriteria itu didukung data yang ada. Selama tahun 2013 di sini tidak ada pelanggaran seperti ada demo anarkis dan eksploitasi anak dibawah umur di dunia kerja. Selain itu tidak pernah ada kasus anak-anak terlantar. Sehingga ditetapkan sebagai Kabupaten peduli HAM,” tutur Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo. (tyo/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -