Banyak Filosofi, Kepincut Budaya Jawa

419
Kamilah Adawiyah. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
Kamilah Adawiyah. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

BUDAYA Jawa mengandung banyak sendi nilai kehidupan. Mulai dari tata krama, tanggung jawab, sopan santun, tenggang rasa, dan lainnya. Hal itu memantik perhatian Kamilah Adawiyah, dara kelahiran Jakarta, 14 Juni 1994 ketika kali pertama menginjakkan kakinya ke Jawa Tengah.

”Awalnya sempat geli mendengar percakapan orang Jawa. Tapi setelah dipelajari, ternyata mengandung filosofi yang begitu tinggi. Baru belajar sedikit saja, saya langsung kepincut. Terkesima dengan budaya Jawa yang kerap dianggap ndeso,” ungkapnya.

Pemilik postur 158 cm/45 kg ini sebenarnya mengaliri darah Jawa dari sang mama, Mahanani Redjeki yang lahir di Jogjakarta. Meski begitu, Kamilah mengaku tidak pernah diajari seputar budaya Jawa. Sehingga Kamilah dulunya tidak pernah tertarik dengan budaya itu.
”Ketika masih di Jakarta, tidak pernah berpikir mengenai budaya atau kesenian. Isinya cuma jalan-jalan di mal, nonton bioskop, atau nongkrong di cafe. Memang di sana jarang ada pertunjukan seni,” ungkap mahasiswi semester VI Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undip ini.

Dia mengaku menyimpan obsesi untuk melestarikan budaya Jawa. Meski masih meraba-raba mengenai kebudayaan dan kesenian, dia sudah berani mengajak teman-teman atau remaja lain untuk ikut melestarikannya. Bahkan penyuka nasi goreng ini ingin mengenalkan budaya Jawa hingga ke luar negeri.

”Kalau ada kesempatan, saya ingin ambil S2 di luar negeri. Rencananya, di sana mau membawa kesenian dan budaya Jawa untuk dipamerkan,” pungkasnya. (amh/ida/ce1)