Dirut PT HRI Akan Diperiksa

552

KAJEN – Direktur Utama PT Hidro Rizki Ilahi (HRI) Jakarta dijadwalkan menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan, Rabu (10/6). Pimpinan perusahaan pelaksana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Bantarkulon Kecamatan Lebakbarang itu diperiksa terkait dua kasus yang membelit proyek senilai Rp 5 miliar tersebut. Yakni dugaan penyimpangan dana kas desa dan penggunaan lahan (tanah desa dan tanah negara) secara ilegal.

Kasi Intelijen Kejari, Slamet Hariyadi mengatakan, pemanggilan tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan sejumlah pemeriksaan terhadap pihak pemerintah. “Sekarang giliran pihak swasta. Pelaksana proyek PLTMH. Rabu, besok (hari ini, red) Dirut PT HRI di Jakarta. Mudah-mudahan bisa datang, agar semua proses dapat segera diselesaikan dengan baik,” ungkapnya, Selasa (9/6).

Pemeriksaan terhadap Dirut PT HRI tersebut diagendakan mulai pukul 08.00 hingga selesai. Slamet memaparkan, dari pihak pemerintah, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bappeda, Mantan Kabid Perizinan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T), serta mantan kepala BPN Kabupaten Pekalongan. “Dari pihak dinas, semuanya datang, hanya dari pihak BPN, yakni mantan kepala BPN belum memenuhi panggilan kami. Informasinya, yang bersangkutan bertugas di Makassar,” jelasnya.

Kajari Kajen, Ahelya Abustam menambahkan, kasus PLTMH tersebut, melibatkan pihak swasta maupun pemerintah. Kasus pertama yakni dugaan bancakan uang Palagara senilai Rp 500 juta. Dana yang seharusnya masuk ke dalam kas desa tersebut diduga masuk ke rekening pribadi mantan Kades Bantar Kulon dan dibagikan kepada 14 orang. “Untuk kasus itu, kami telah mendapatkan alat bukti lengkap. Kami perkirakan tersangkanya lebih dari satu orang,” kata dia.

Kasus kedua, yakni tidak adanya ganti rugi atas penggunaan lahan proyek PLTMH. Lahan tersebut terdiri dari tanah milik warga dan tanah negara. “Kami berupaya sebelum lebaran, semua kasus yang kami tangani bisa terselesaikan,” pungkasnya. (hil/ric)