Jenuh, Sosialisasi Diprotes Warga

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BATANG – Lantaran sudah jenuh dan kecewa dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang, acara sosialisasi rencana pengadaan tanah sisa lahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 1000 MW di Kantor Balaidesa Desa Karangeneng, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Selasa (9/6) menuai protes dari warga Desa Karangeneng dan Desa Ujungnegoro. Demo digelar para pemilik lahan yang belum dibebasakan untuk PLTU.

Mereka protes dengan Tim Pengadaan Lahan Sisa PLT karena dinilai tidak tegas dalam penerapan UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum. Kepala Desa Karanggeneng, Kecamatan Kandeman, Walyono, mengungkapkan semua warga sudah bosan, jenuh dan kecewa dengan sikap Pemerintah yang tidak tegas dalam pembangunan PLTU di Kabupaten Batang.

Menurutnya setelah kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla di lokasi PLTU November lalu, UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum, akan diterapkan per bulan Januari 2015. Namun hingga kini belum juga diterapkan, sehingga pembangunan PLTU semakin molor.

“Pemda Batang atau Pemprov jangan hanya bersosialisasi terus, tanpa ada kepastian bahwa UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum, jadi diterapkan atau tidak. Karena warga pemilik lahan saat ini semakin kecewa, karena tidak ada kepastian harga akan tanah milik mereka,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, jika Pemerintah akan menerapkan UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum. Maka Pemerintah juga harus bisa memastikan, harga yang akan dibeli.

Menurutnya, sejak adanya kabar akan diterapkannya UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum. Harga lahan di lokasi PLTU, semakin murah bukan semakin mahal.

“Kami mewakili warga pemilik lahan, minta transparansi dan keterbukaan, berapa harga per meter dari pemerintah pusat, yang akan dibayarkan ke pemilik lahan, kami jangan dibohongi terus dan dipermainkan demi banyak kepentingan,” kata Walyono.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi rencana pengadaan tanah sisa lahan PLTU 2 x 1000 MW, Provinsi Jawa Tengah, Supriyono, mengatakan pihaknya tidak bisa menjelaskan kepastian harga tanah pada lokasi PLTU seperti yang diminta warga.

Menurutnya, Pemerintah harus melalui tahapan – tahapan dalam penerapan UU No 2 Tahun 2012, tentang Pengadaan Tanah Kepentingan Umum. Setelah semua tahapan dilalui, maka pada saatnya tim apraisal atau penaksir harga akan memberikan taksiran harga milik warga tersebut.
“Saat ini baru tahapan rencana pengadaan tanah sisa lahan PLTU. Jadi meski warga memaksa kami dengan cara apa pun, kami tidak bisa memberikan kepastian harga tanah tersebut untuk saat ini,” jelasnya.

Dia juga menegaskan, bahwa setelah perencanaan dilakukan, maka akan diadakan konsultasi publik, lalu identifikasi pemilik lahan, kesepakatan antara pemilik dengan Pemerintah, kemudian hasilnya diserahkan pada tim apresial, baru akan muncul harga dari yang akan dibayarkan.

“Saat ini baru pada proses akan penetapan lokasi PLTU, yang nantinya akan ditandatangi oleh Gubernur, setelah melalui kajian-kajian yang kita lakukan saat ini. Sehingga proses penentuan harga masih lama, warga mestinya memahami akan prosedur itu,” tegasnya. (thd/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -