Judi Remi, 19 Warga Dibekuk

375
TAK PATUT DITIRU : Kasat Reskirim Polres Batang, AKP Hartono, saat melakukan gelar perkara kasus judi di Mapolres Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TAK PATUT DITIRU : Kasat Reskirim Polres Batang, AKP Hartono, saat melakukan gelar perkara kasus judi di Mapolres Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Rasadi, 57, Rochani, 43, serta 4 orang warga Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang dipastikan tidak akan bisa berkumpul dengan keluarganya saat hari raya Idul Fitri tahun ini. Pasalnya mereka ditangkap petugas Sat Reskrim Polres Batang, Senin (9/6) malam saat bermain judi remi di kebun kakao milik warga desa setempat.

Terungkapnya judi remi di kebun kakao tersebut berkat adanya laporan warga sekitar yang merasa terganggu dengan adanya judi remi. Keberadaan judi remi di kebun kakao sudah berlangsung lebih dari 1 bulan, dan diadakan hampir setiap hari dari pagi hingga menjelang malam.

Dari hasil penangkapan berhasil disita 107 lembar kartu remi, uang tunai Rp 185 ribu yang digunakan sebagai taruhan, tikar dan meja kecil yang digunakan untuk mencatat hasil permainan judi.

Rochani, 43, warga Desa Batiombo, Kecamatan Bandar, mengungkapkan bahwa judi remi yang dilakukan oleh beberapa teman-temannya karena sudah sebulan terakhir dirinya tidak lagi bekerja. Menurutnya judi remi yang dilakukan, selain untuk mengisi waktu juga untuk peruntungan. “Daripada menganggur tidak ada pekerjaan, ya main judi remi. Siapa tahu saja menang,” ungkap Rochani saat dimintai keterangan di Polres Batang Selasa (10/6) siang bersama 7 tersangka penjudi lainnya.

Seperti Tanto, 47, warga Desa Jrakahpayung, Kecamatan Tulis, pedagang judi togel yang ditangkap Polres Batang saat melakukan transaksi judi togel dengan polisi yang menyamar sebagai pembeli.

Setelah diperiksa di Mapolsek Tulis, Tanto mengaku jika uang hasil penjualan togel disetorkan kepada Rusiya, warga Desa Kaliboyo, Kecamatan Tulis pada malam harinya setelah selesai berjualan.

Rusiyam sendiri tidak berkutik saat ditangkap petugas, karena ditemukan barang bukti dari dalam rumahnya. Dari kedua pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 67 ribu, beberapa lembar kertas rekapan, selembar rekapan angka togel yang sudah pernah keluar, serta dua buah ponsel.

“Menjelang bulan suci Ramadan, kami akan gencar melaksanakan operasi. Sehingga mendukung umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Untuk itu, apabila ada yang melihat praktik perjudian baik, kartu remi, dadu, togel, maupun penjualan miras segera lapor polisi,” jelas Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Hartono.

Dia juga menegaskan bahwa Polres Batang, tengah mengembangkan kasus perjudian. Ke-19 tersangka dijerat dengan Pasal 303 KUHPidana. “Ancaman hukuman yang dikenakan yakni maksimal enam tahun penjara,” tegasnya. (thd/ric)