Pastikan Tengkorak Bukan Korban Pembunuhan

346

BARUSARI – Temuan dua tengkorak dan tulang belulang di daerah Pantai Baruna, Panggung Lor, Semarang Utara, Senin (8/6) lalu, dipastikan bukan korban kejahatan atau pembunuhan. Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang menduga, dua tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut berasal dari sebuah makam sekitar Kali Asin.

”Hasil visum, tengkorak dan tulang belulang tersebut bukan korban kejahatan (pembunuhan, Red). Itu berasal dari bekas makam di daerah Kali Asin, berpendar setelah makam di kawasan tersebut terkena proyek normalisasi sungai,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes Semarang, Selasa (9/6) kemarin.

Dikatakan Burhanudin, dua tengkorak tersebut sudah dilakukan visum di RSUP dr Kariadi Semarang. Kendati demikian, hingga kini dua tengkorak dan tulang belulang manusia tersebut belum diketahui identitasnya. ”Hingga saat ini, tulang belulang itu masih berada di RSUP dr Kariadi Semarang,” katanya.

Sebelumnya, warga di kawasan Baruna, Panggung Lor, Semarang Utara, digemparkan atas temuan dua tengkorak manusia di sebuah lahan kosong, Senin siang (8/6) kemarin. Tengkorak tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang pencari burung di sekitar lokasi. Ia terenyak mendapati tulang belulang tengkorak manusia tersebut tergeletak.

Temuan itu lantas diteruskan kepada petugas Babinkamtibmas Kelurahan Panggung Lor, Aiptu Minhab. Awalnya, warga menemukan satu tengkorak kepala manusia. Setelah dicek, Aiptu Minhab bersama warga lain menemukan tengkorak lain dan tulang belulang.

Puluhan tulang belulang manusia tersebut di antaranya tulang belakang dan tulang rahang. Minhab juga membenarkan bila tiga bulan lalu ada proyek pengerjaan normalisasi sungai dan dilakukan pembuangan lumpur hasil pengerukan di Kali Asin.

Penemuan potongan dua tubuh manusia sebelumnya juga ditemukan di Polder Trimulyo RT 4/RW 2 Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk pada Kamis 18 September 2014 lalu, hingga kini juga belum terungkap. Sempat teridentifikasi potongan tubuh tersebut milik dua tubuh, yakni berjenis kelamin laki-laki dewasa dan remaja berjenis kelamin perempuan.

Sempat mencuat dugaan bahwa potongan tubuh manusia tersebut merupakan korban pembunuhan mutilasi. Tubuh korban dibunuh dalam kondisi dipotong-potong secara sadis menggunakan senjata tajam. Tim kepolisian juga sempat melibatkan tim ahli forensik, baik dari umum maupun yang tergabung dalam Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran Kesehatan (Dokkes) Polda Jawa Tengah.

Namun demikian, identitas kedua tubuh yang sudah tak berbentuk tersebut hingga kini belum diketahui. Dalam waktu tak berselang lama, tim Dokkes Polda Jateng juga memeriksa temuan potongan tulang yang ditemukan di daerah Godong, Kabupaten Grobogan. (amu/ida/ce1)