Temukan Tumor di Hidung Siti Mualifah

494

SALATIGA – Penyebab misterius lumpuhnya atlet takraw, Siti Mualifah akhirnya mulai ditemukan. Tim Dokter RSUD Kota Salatiga menemukan tumor yang berada di belakang hidung Siti Mualifah. Temuan diketahui setelah Siti Mualifah berhasil dibujuk untuk di rawat di RSUD tiga hari yang lalu.

Direktur RSUD Kota Salatiga, Dr Agus Sunaryo mengatakan tim dokter menemukan tumor di belakang hidung Mualifah. “Kami telah melakukan scan dan akhirnya menemukan adanya massa (benjolan) di belakang hidung. Namun hasil pastinya akan diperoleh malam ini dan besuk (hari ini, red) akan dibahas oleh tim medis guna menentukan langkah selanjutnya,” katanya, kemarin.

Agus menambahkan, kemungkinan besar Siti Mualifah bakal dirujuk ke RS dr Kariyadi Semarang untuk perawatan lebih lanjut. Tentunya dengan ijin keluarganya. Karena apabila di Salatiga, tim dokter hanya akan memulihkan mental dan kondisi fisiknya agar stabil. “Mental dan kondisi fisiknya sangat lemah. Ini yang harus dipulihkan dulu,” imbuhnya.

Sementara itu humas RSUD Yuniarti Kundari, menuturkan jika pembiayaan gadis yang akrab disapa Alifah ini, ditanggung bersama Pemkot dan RSUD atas rekomendasi wali kota Yuliyanto saat menjenguk beberapa hari lalu.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Wali kota Yuliyanto responsif dengan kabar di Radar Semarang tentang kondisi salah satu siswi berprestasi Siti Mualifah, siswi kelas 2 SMKN III Salatiga yang terbaring lemah selama delapan bulan di rumah kakeknya di Kalilondo, Sidorejo Kidul, Tingkir, Salatiga. Yuliyanto sempat membujuk Siti Mualifahnamun kala itu belum mau dibawa ke RSUD.

Keceriaan Siti Mualifah, siswi SMK 3 Salatiga harus hilang. Sebelumnya, gadis yang akrab disapa Alif adalah atlet sepak takraw kota Salatiga sejak jaman SD. Prestasi yang diraih antara lain juara III Popda Propinsi Jateng, kemudian juara III di Karesidenan bahkan pernah ikut kontes Cheerleader tingkat nasional.

Siti Mualifah di rumah tinggal berdua bersama kakeknya Rohmad. Sementara ibunya Rohmiyati meninggalkan Indonesia dan kini memiliki keluarga dan tinggal di Malaysia. Ibunya disebutkan mengalami kesulitan untuk ke Indonesia karena regulasi terkait keimigrasian di negara jiran tersebut. (sas/fth)