Tiga Pembunuh Terancam 20 Tahun

408

SEMARANG – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang Selasa (9/6) mendakwa tiga terdakwa pelaku pembunuhan terhadap Suyati, 60 dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu dan paling lama 20 tahun.

Ketiga terdakwa adalah Aji Santoso alias Kopral, 18 dan Nor Alam, 18, keduanya warga Plombokan, Semarang Utara serta Reza Sescar Prakoso alias Bawor, 19 yang tinggal di Bulu Lor, Semarang Utara.

JPU dari Kejari Semarang, Andita Rizkianto mengatakan ketiga terdakwa melangar pasal 339 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan yang disertai atau didahului perbuatan pidana selain itu melanggar pasal 365 ayat 2 ke-2 KUHP. ”Terdakwa dengan sengaja merampas nyawa orang lain yang diikuti, disertai, atau didahului suatu perbuatan pidana dengan maksud mempermudah pelaksanaannya. Hal ini diatur dalam pasal 339 KUHP, juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Sigit Hariyanto.

Kuasa hukum para terdakwa, Edo Bagus A mengatakan, pihaknya siap mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Ia menyebutkan, ketiga terdakwa bukan merupakan pelaku pembunuhan terhadap Suyati. Selain itu, lanjut Edo kliennya mengaku menjadi pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kepolisian karena berada di bawah tekanan. ”Ini karena ketiganya tidak didampingi sejak awal, kami dari LBH Mawar Sharon mendampingi belakangan. Karena menemukan kejanggalan, kami juga telah mengajukan gugatan praperadilan sejak 22 Mei 2015 lalu,” ujarnya.

Seperti diketahui, kejadian itu bermula pada Rabu (25/3) di Jalan Gondomono, Plombokan pukul 22.00. Saat itu terdakwa Aji, Nor, Reza, dan Aris Wibowo (telah meninggal dunia), serta saksi Haidar dan Vicky sedang minum minuman beralkohol jenis ciu. Selang satu jam kemudian, Haidar dan Vicky pergi untuk membeli es teh. Setelah dua saksi pergi, Aris memiliki rencana untuk mengambil barang di rumah korban, Suyati. Rencana itu disetujui terdakwa I, II, dan III.

Pada Kamis (26/3) sekitar pukul 00.10, keempatnya ini berjalan kaki, sedangkan Bawor membawa gunting satu sisi yang kemudian digunakan mencongkel jendela rumah korban. Setelah jendela terbuka, Bawor masuk ke dalam rumah korban diikuti Aris, Nor, dan Aji. Korban yang terbangun kaget begitu melihat keempatnya masuk ke kamarnya. Ia tidak sempat teriak. Selanjutnya, Bawor langsung memegang kaki kanan Suyati, Nor megang kaki kirinya, sedangkan Aji memegang tangan kanannya. Aris menindih wajah korban menggunakan bantal dan menindih tangan kiri Suyati dengan kedua kakinya. Setelah 15 menit dibekap, kondisi korban melemas. Keempat pelaku lalu melepaskan pegangannya, serta mencari barang-barang berharga milik korban. (bj/ric/ce1)