Tukang Servis Gadungan Satroni 31 Rumah

330

BARUSARI – Seperti belut yang licin. Begitulah Agus Setiawan, 38. Sekian lama menjadi pencuri, ia telah beraksi sedikitnya di 31 rumah. Warga Dusun Krajan RT 3 RW 1 Kelurahan Kluwan, Kecamatan Penawangan, Kabupaten Grobogan ini merupakan spesialis pencuri dengan modus menyaru sebagai tukang servis elektronik.

Bahkan dia mengaku telah beraksi di 41 rumah. Namun 10 rumah di antaranya gagal mendapatkan barang curian. Sehingga ia sejauh ini telah mencuri di 31 rumah milik korban berbeda. Di antaranya ia menggasak 9 unit televisi berbagai merek dan sejumlah barang elektronik lainnya.

Sepak terjangnya berakhir di jeruji besi setelah dibekuk oleh tim Satuan Reserse Mobil (Resmob) Polrestabes Semarang. Selain Agus, aparat juga menangkap dua orang yang berperan sebagai penadah barang curian, yakni Joko Afianto, 35, warga Kelengan Besar RT 4 RW 4 Kelurahan Kembangsari, Semarang Tengah, dan Adi Supinto, 30, warga Jalan Mukti Safira I nomor 74 RT 6 RW 24 Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Semarang Timur.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin mengatakan, tersangka merupakan pencuri spesialis perumahan. ”Modusnya, tersangka mendatangi rumah sasaran dengan berpura-pura menjadi tukang servis elektronik. Memanfaatkan kelengahan korban, dia kemudian mencuri barang-barang berharga,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, terang Burhanudin, Agus yang kesehariannya bekerja sebagai tukang parkir di Jalan MH Thamrin Semarang ini sedikitnya telah berhasil membawa kabur sejumlah barang berharga dari 31 rumah korban. ”Tersangka beraksi dalam kurun waktu 2015. Barang hasil curiannya dijual ke sejumlah penadah dengan harga murah,” katanya.

Sejauh ini, pihaknya berhasil menyita barang bukti di antaranya; laptop merek Accer,
motor Yamaha Mio, ponsel Nokia, sebuah obeng, tab Advance, 1 unit home theatre, 6 buah remote, dan 9 unit televisi berbagai merek.
Tersangka Agus mengaku berpura-pura sebagai tukang servis elektronik untuk mengelabui korbannya. Biasanya, ia berkeliling untuk mencari sasaran. ”Kalau berangkat siang sekitar pukul 11.00. Saat memasuki rumah seperti layaknya bertamu. Kalau tidak ada kepala keluarga, saya langsung bilang kepada anak, ataupun istrinya, kalau saya diminta bapak untuk menyervis elektronik,” katanya.

Namun jika rumah sasaran tersebut ada kepala keluarganya, tersangka berpura-pura menanyakan alamat, kemudian pergi. Aksi terakhir dilakukan di rumah korban Yanto, 49, warga Jalan Sinar Mas III nomor 973 G RT 11 RW 01 Kelurahan Kedungmundu, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Tuan rumah, Yanto yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedang tidak di rumah. Tersangka di rumah tersebut bertemu anak anak korban bernama Tomi. ”Saya bilang diminta bapak untuk menyervis televisi, kemudian televisi tersebut saya bawa menggunakan motor. Kurang lebih beraksi di 41 rumah, tapi 10 rumah di antaranya gagal. Total yang berhasil kurang lebih 31 rumah,” bebernya.

Tim Resmob Polrestabes Semarang berhasil mengendus aksi pencurian yang dilakukan tersangka berdasarkan penyelidikan terkait laporan pencurian. Saat ini Agus telah dicokok dan dijebloskan di sel tahanan Mapolrestabes Semarang. Ia dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun. (amu/ric/ce1)