Balai Pemprov Salahi Fungsi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Wahyu Kristianto. (Radar semarang files)
Wahyu Kristianto. (Radar semarang files)

SEMARANG – Sejumlah balai milik satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemprov Jateng dituding hanya digunakan sebagai ladang untuk mencari uang. Buktinya, meski fungsi awalnya sebagai lembaga pembibitan dan pengembangan sudah ditinggalkan, saat ini justru balai menjual hasil pembibitan dengan dalih karena ditarget pendapatan asli daerah (PAD).

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf mengatakan, fakta itu terkuak setelah pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah balai milik Pemprov Jateng. Mulai balai perikanan, peternakan sampai pertanian. ”Kami melihat fungsi awal balai sudah tidak ada. Sekarang orientasinya sudah ke materi dan uang,” katanya, kemarin.

Ia mencontohkan, balai ruminansia sapi perah yang ada di Wonosobo sekarang sudah ditarget untuk PAD. Padahal, sejatinya balai itu difungsikan untuk pembibitan dan peternakan sapi perah. Ironisnya, justru pendapatan setiap tahun hanya sekitar Rp 290 juta. ”Padahal untuk biaya operasional saban tahun pemprov menggelontorkan dana Rp 1 miliar. Jika orientasinya pendapatan, jelas merugi dan tidak sebanding dengan biaya operasional,” imbuhnya.

Achsin menambahkan, tidak hanya di balai ruminansia di Wonosobo. Hampir semua balai milik SKPD Pemprov Jateng digelontor operasional sekitar Rp 1 miliar. Seperti balai ruminansia penggemukan sapi, balai pembenihan bibit ikan tawar di Klaten dan sejumlah balai lainnya. ”Setiap SKPD saja ada tiga sampai lima balai. Jika hanya berorientasi PAD, jelas itu tidak masuk akal. Harus dikembalikan fungsi awalnya,” tambahnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Wahyu Kristianto berharap, agar sejumlah balai milik SKPD benar-benar dimaksimalkan. Harus diperjelas fungsi dan keberadaan balai. Sebab jika hanya berorientasi PAD jelas mustahil bisa terwujud dan tidak bisa mendapatkan pemasukan banyak. ”Jika untuk mencari uang dan pendapatan ya jangan lewat balai. Harus diperjelas orientasi ke depan seperti apa, agar tidak merugikan masyarakat,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -