Dua Rumah Ludes Terbakar

372
PADAMKAN API: Rumah Siti Nur Afifah Warga Dusun Ngebum RT 2 RW 8 Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu ludes dilalap si jago merah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PADAMKAN API: Rumah Siti Nur Afifah Warga Dusun Ngebum RT 2 RW 8 Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu ludes dilalap si jago merah, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Dua rumah warga Dusun Ngebum RT 2 RW 8 Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu, ludes dilalap si jago merah, kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Dugaan kuat, api muncul lantaran sang pemilik rumah lupa mematikan kompos gas.

Kebakaran ini terjadi Rabu (10/6) sekitar pukul 09.30. Kobaran api, kali pertama memercik dari ruang tengah rumah milik Siti Nur Afifah, yang saat itu sedang ditinggal pergi ke Pasar bersama suaminya, Joko Suwanto. Api dengan cepat membesar dan melahap rumah milik Juidah, yang letaknya bersebelahan dengan rumah Nur Afifah. Seorang saksi mata, Aris Sobirin mengatakan, api merobohkan rumah Nur Afifah dalam waktu sekejap. “Cuma sekitar 10 menit api sudah berkobar dan rumah langsung roboh. Sebab 90 persen bangunan rumah terbuat dari kayu jati, karena rumah tersebut rumah lama,” katanya.

Ia mengaku, saat kejadian dirinya sedang bekerja di pabrik. Ia mendapatkan kabar dari pimpinannya jika ada kebakaran di kampungnya. “Saya pulang, saya kira rumah saya, ternyata rumah tetangga saya,” imbuhnya.

Melihat kebakaran tersebut, warga sekitar kemudian mencoba memadamkan api secara manual. Tapi ternyata api semakin membesar, warga kemudian memanggil mobil pemadam. Beberapa saat kemudian, tiga mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PT Rimba Particle Indonesia (RPI) Kaliwungu datang ke lokasi.

Tapi sayang, upaya pemadaman api tidak mampu menyelamatkan rumah milik Nur Afifah, yang sudah ludes rata dengan tanah. Sedangkan api yang menjalar di rumah Juidah berhasil dipadamkan setelah menghanguskan separoh bangunan rumah. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Melvi Nazi Rohmat mengatakan, pada saat kejadian situasi di Dusun Ngebum sedang sepi. Siti Nur Afifah sedangg pergi ke Pasar Pagi Kaliwungu untuk berbelanja. “Warga melihat api sudah membesar, sehingga sempat menyelamatkan barang-barang berharag miliki Nur Afifah,” katanya.

Nur Afifah mengakui memang dirinya saat hendak pergi ke pasar sedang memasak sayur. Ia mengaku lupa mematikan kompor gas yang berada didapur ruang tengah. “Sampai di Pasar Pagi Kaliwungu, belum sempat parkir saya teringat lupa mematikan kompor. Lalu saya sama suami balik lagi ke rumah, tapi sampai sudah ramai warga memadamkan api. Rumah saya sudah roboh,” tambahnya. (bud/fth)