Jalan Tol Kembali Rusak, Dewan Gerah

387
RUSAK: Anggota DPRD Kabupaten Semarang memantau kerusakan dan perbaikan Jalan Tol Banyumanik-Ungaran-Bawen di Km 21.400. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK: Anggota DPRD Kabupaten Semarang memantau kerusakan dan perbaikan Jalan Tol Banyumanik-Ungaran-Bawen di Km 21.400. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Kerusakan di Jalan tol Semarang – Solo, sesi I Banyumanik – Ungaran dan II Ungaran – Bawen sepertinya selalu menjadi persoalan serius yang tidak pernah selesai. Buktinya, kerusakan terjadi silih berganti di sejumlah titik. Padahal jalan tol itu masih belum genap lima tahun beroperasi. Kerusakan yang terjadi saat ini terjadi di KM 21 + 400 tepatnya ujung selatan Jembatan Penggaron di jalur Banyumanik-Ungaran.

Dari pantauan di lokasi, terlihat sejumlah pekerja melakukan pembongkaran jalan beton dengan luas sekitar 12 x 4 meter. Pembongkaran beton sedalam 15-20 sentimeter dilakukan untuk perbaikan kerusakan pada titik tersebut. Untuk menghindari kecelakaan lokasi perbaikan ditutup dengan terpal. Petugas tol juga memasang rambu pengaman rubber coon sejauh sekitar 100 meter sebelum titik perbaikan.

Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Semarang, kemarin melihat langsung kondisi kerusakan yang masih dalam perbaikan. Komisi C DPRD meminta pihak pengelola tol Semarang- Solo, PT Trans Marga Jateng (TMJ) lebih memperhatikan kualitas di pembangunan tol sesi III (Bawen – Salatiga) dan sesi IV (Salatiga – Boyolali). “Di titik ini sering dilakukan perbaikan oleh pengelola tol. Bahkan sebelumnya di sekitar badan jembatan juga telah dilakukan perbaikan karena tanahnya ambles,” kata Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Semarang, Ngesti Nugraha.

Ngesti menambahkan, jalan tol tersebut semestinya lebih kuat dari jalan regular agar pengguna lebih pengguna nyaman dan aman. Tetapi yang terjadi jalan tol tersebut justru dilakukan perbaikan terus. Bahkan tebingnya di kanan kiri kerap longsor.

“Kalau tidak ambles, permukaannya dibongkar, tebing juga longsor. Kami harap kualitasnya ditingkatkan, apalagi saat ini mendekati Lebaran. Jadi harus segera diperbaiki sebelum arus mudik dan balik tiba,” imbuhnya.

Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ Ari Nugroho mengatakan, perbaikan permukaan jalan di sekitar KM 21 + 400 dilakukan lantaran lapisan aspal melunak, sehingga harus dilakukan pembongkaran untuk perbaikan. “Kerusakan bukan karena pergerakan tanah, tapi karena aspal melendut. Proses perbaikan itu tidak menganggu lalulintas, namun menjelang Lebaran, kami tidak melakukan perbaikan jalan. Kecuali kegiatan pembersihan jalan,” katanya. (tyo/fth)