Lebih Suka Motret di Lokasi Baru yang Tersembunyi

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MANFAATKAN WAKTU: Para mahasiswa ini memanfaatkan hobi motretnya menjadi ladang bisnis. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANFAATKAN WAKTU: Para mahasiswa ini memanfaatkan hobi motretnya menjadi ladang bisnis. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Memotret dan merekam gambar pada kegiatan pre wedding dan wedding, kini menjadi sasaran bisnis kalangan anak muda. Bahkan mereka yang terdiri atas mahasiswa Udinus dan Undip yang kini membentuk Production House (PH) Kite Creative Pictures. Seperti apa?

M. HARIYANTO

MEMOTRET dan merekam gambar tak lagi sekadar hobi kalangan anak muda Kota Semarang. Terutama beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus). Dari hobi mereka jadikan ladang bisnis, untuk melatih jiwa kewirausahaan.

Bahkan mereka membentuk Production House (PH) Kite Creative Pictures (KCP). Kegiatan bisnis khusus bidang potret-memotret dan merekam gambar pada acara pernikahan. ”Seperti pre wedding dan wedding pada acara pernikahan yang menggunakan tradisi Jawa. Hasilnya lumayan buat tambahan jajan kuliah,” ungkap Ketua KCP, Ragil Wijokongko kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (7/6) kemarin.

Dijelaskan, bahwa Kite Creative Pictures terbentuk pada tahun 2013 dengan jumlah anggota yang hanya segelintir orang. Awal terbentuknya pun sederhana, hanya lantaran memiliki kesamaan hobi memotret dan merekam.

”Kali pertama, sebenarnya kami bertemu di acara wedding video dan ada kecocokan. Akhirnya kami membuat PH dan akhirnya berjalan sampai sekarang. Memang, dulunya anggotanya hanya lima orang, sekarang tingga 4 orang. Tapi ada tambahan lagi, 6 orang inti dan 6 masih kerja lepas atau freelance,” katanya.

Diakuinya, hasil berbisnis pemotretan sangat menggiurkan. Namun, hal itu juga musiman. Kalau musim pernikahan, baru ramai. Yakni saat mendekati awal puasa. Dalam musim ini, PH KCP bisa mendapatkan job hingga 3 kali dalam satu bulan.

”Ya lumayan kalau seperti ini. Tapi, pada Februari lalu, kami tidak mendapatkan job sama sekali. Namanya orang cari uang, kadang dapat banyak kadang dapat sedikit, kadang tidak dapat juga ada,” ujar pemuda alumnus Udinus jurusan broadcasting ini.

Diakuinya, kebutuhan peralatan yang digunakan memang cukup mahal, mencapai Rp 50 juta termasuk penyewaan lensa dengan pembayaran Rp 250 ribu per hari. Sedangkan, dalam pelayanan sekali job dibanderol antara Rp 8-20 juta.

”Kalau wedding, paket terendah Rp 8-10 juta paket video. Sedangkan pre wedding sama wedding Rp 15-20 juta, full foto video dan ada hasil cetakan. Tapi kalau sepi, kami mencari event kecil-kecilan semacam company profile,” katanya.

Menurutnya, lokasi pemotretan pre wedding, diakuinya berganti-ganti agar tidak monoton. Kadang sengaja mencari lokasi yang tidak diketahui pesaing di bisnis yang sama.

”Kalau orang, sukanya memilih di Kota Lama. Tapi itu sudah terlalu sering dipakai orang. Kami berusaha mencari tempat baru yang belum pernah dipakai orang lain. Tapi, semua juga tergantung yang punya hajat, maunya di tempat seperti apa,” terangnya.

Diakuinya, bisnis yang dijalaninya selama tiga tahun berjalan ini tidak menyita waktu. Bahkan, terkesan nyantai atau tidak mengganggu proses kuliah para anggotanya. ”Paling hanya memilih lokasi dan mengambil gambar butuh hingga 4 hari. Biasanya acara wedding ada banyak seremonial, mulai pengajian, siraman, midodareni hingga akad nikah. Biasanya hari Kamis-Minggu. Dalam satu resepsi kami bisa membawa 8-10 kru,” pungkasnya. (*/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -