Minta Dewan Perhatikan Penderita TBC

316
USUL KE DPRD: Ketua PDA Kendal, Muslikhah menyampaikan aspirasinya pada audensi dengan Komisi D DPRD Kendal, di Ruang Serbaguna DPRD setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
USUL KE DPRD: Ketua PDA Kendal, Muslikhah menyampaikan aspirasinya pada audensi dengan Komisi D DPRD Kendal, di Ruang Serbaguna DPRD setempat, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kendal melakukan audensi dengan Komisi D DPRD Kendal. Mereka meminta agar dewan ikut memberikan perhatian terhadap penderita Tuberculosis (TBC) yang saat ini ikut ditangani PDA Kendal.

Ketua PDA Kendal, Muslikhah mengatakan jika penyakit TBC termasuk dalam kategori penyakit yang berbahaya dan mematikan. Pasalnya mudah sekali menular dan pengobatannya pun harus dilakukan jangka waktu lama. “Menurut kami lebih berbaya ketimbang penyakit HIV AIDS. Sebab TB mudah menular melalui udara atau interaksi sosial. Sementara HIV AIDS menular melalui hubungan seksual yang berhubungan dengan gaya hidup,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, penyakit TBC timbul akibat mycobacterium tuberculosis yang mudah menular dari penderit lain. Bahkan rata-rata penderitanya mengalami penyakit melalui serangan udara, air dan sebagainya. “Makanya, bagi keluarga atau tetangga penderita harus berhati-hati agar jangan sampai tertular. Bahkan penyakit ini dapat tertular dalam jarak 50 meter. Penyakit ini memang dapat disembuhkan, tapi tidak mudah. Pengobatannya perlu ketelatenan dalam waktu lama dan terus menerus,” imbuhnya.

Saat ini pendampingan yang dilakukan PDA Kendal juga masih terbatas lantaran minimnya anggaran. Lebih-lebih hingga saat ini belum dana perhatian dari pemerintah daerah terhadap penderita TBC di Kendal. “Selama ini kami didanani oleh Founding saja, itupun terbatas. Kami juga yakin, Founding juga tidak selamanya akan mendanai program kami. Makanya harus ada perhatian dari pemerintah,” tambahnya.

Ketua Komisi D DPRD Kendal, Annurrochim mengakui memang perhatian dari pemda terhadap penderita TBC masih sangat minim. Makanya ia meminta kepada PDA Kendal untuk mengajukan proposal permohonan pendampingan penderita TBC. “Silahkan disusun program kerja pendampingan seperti apa dan berapa dana yang dibutuhkan. Kami akan usulkan nanti dipembahasan RAPBD perubahan TA 2015 ini. Semoga bisa disetujui, jika tidak ya berarti dianggarkan di APBD 2016 tahun depan,” katanya. (bud/fth)