15 Juni, Waduk Kedungombo Ditutup

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

MENGERING: Sungai Tuntang yang membelah wilayah Demak bagian tengah mulai mengering. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGERING: Sungai Tuntang yang membelah wilayah Demak bagian tengah mulai mengering. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK- Datangnya musim kemarau membuat sebagian masyarakat petani yang memiliki lahan tadah hujan menjerit. Sebab, tanaman padi mereka terancam puso akibat kekurangan air. Ini seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Mranggen, Karangawen, Guntur, Karangtengah, dan Sayung. Sedangkan Kecamatan Wedung dan Bonang sebagian masih mengharapkan aliran air irigasi dari Waduk Kedungombo dan saluran dari Sungai Kalijajar.

Kabid Pengairan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak, Sutiyono mengatakan, untuk sawah tadah hujan memang terjadi kekurangan air. Namun, untuk sawah yang ada jaringan irigasi teknis dari Waduk Kedungombo masih bisa bernafas, khususnya bagi petani di Kecamatan Wedung. Sebab, di daerah itu ada tempat penampungan air atau long storage di Desa Bungo, Kecamatan Wedung.

Menurutnya, sebelumnya Waduk Kedungombo sedianya akan ditutup pada 1 Juni lalu. Namun, dalam perkembangannya diputuskan Kedungombo ditutup pada 15 Juni ini. “Ini diputuskan dalam rapat di Bakorwil I Pati beberapa waktu lalu. Ini agar ada peluang daerah Demak yang masih ada tanaman padi bisa tetap terairi sampai adanya penutupan waduk tersebut,”katanya, kemarin.

Penutupan Waduk Kedungombo tersebut dilakukan dengan tujuan perawatan saluran irigasi yang mengarah ke Demak, Grobogan, Kudus, Pati dan Jepara. Untuk wilayah Kecamatan Wedung sendiri ada sekitar 2.500 hektare lahan pertanian yang bisa dialiri dari penampungan air Waduk Kedungombo tersebut. Sedangkan di wilayah Kecamatan Bonang, beberapa petani dari 5 desa sepakat untuk membendung Sungai Tuntang di Desa Gebangarum secara darurat dengan tumpukan tanah. Yakni, Desa Gebang, Gebangarum, Kembangan, Sumberejo dan Donorojo. Dengan adanya bendung darurat hasil swadaya warga tersebut, lahan pertanian masih tetap bisa dialiri air.

“Sedangkan, daerah-daerah yang jauh dari jangkauan sistem irigasi itu sekarang mengalami kekurangan air,”jelas Sutiyono.
Kasi Operasi dan Pemeliharaan (OP) Pengairan, Kasdan menambahkan, kekurangan air di Desa Waru, Kecamatan Mranggen dalam beberapa waktu terakhir belum tertangani. Sebab, warga harus mengirimkan surat terlebih dulu ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana agar mau menaikkan debit air baku yang mengalir melalui jaringan Kudu. “Mestinya tidak boleh karena air baku ini untuk kepentingan air minum PDAM,”katanya.

Namun, dalam pengaduan warga di DPRD setempat, dewan mendorong agar air baku tersebut bisa digunakan secara darurat untuk pertanian warga dengan areal seluas 125 hektare. “Kebetulan PDAM juga meminta air digelontorkan agak besar sehingga bisa mengatasi tanaman pengganggu (olga) yang ada di saluran air baku tersebut,”jelasnya.(hib/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -