Enam Rumah Ludes Terbakar

379
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menjinakkan api yang membakar rumah Saroji, warga Kaliwungu Selatan, Rabu (10/6) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PADAMKAN API: Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal menjinakkan api yang membakar rumah Saroji, warga Kaliwungu Selatan, Rabu (10/6) malam. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL—Enam rumah terbakar di tiga lokasi berbeda di Kecamatan Kaliwungu. Tiga rumah di antaranya terbakar, Rabu (10/6) malam. Ketiga rumah yang terbakar milik Saroji, Sinwan dan Mustofa, semuanya warga Dusun Kuwangsa RT 03 RW 02, Desa Magelung Kecamatan Kaliwungu Selatan. Satu lainnya, yakni rumah milik Salmiah, warga Dukuh Balun RT 2 RW 2 Desa Kumpulrejo Kecamatan Kaliwungu terbakar Kamis (11/6) kemarin. Sebelumnya, pada Rabu (10/6) pagi, kebakaran menimpa dua rumah, yakni milik Siti Nur Afifah dan Juidah, keduanya warga Dusun Ngebum, Desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu.

Kebakaran yang terjadi di rumah Saroji, Sinwan dan Mustofa diduga akibat korsleting arus listrik yang berasal dari rumah Saroji. Saat kejadian, rumah Saroji kosong ditinggal pergi pengajian.“Kondisi rumah saya kosong karena istri sedang pengajian, sedangkan saya berada di luar rumah. Jadi tidak ada orang sama sekali,” ujar Saroji kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Saroji mengetahui rumahnya terbakar setelah mendengar ledakan dari atap, dan melihat api sudah menjalar ke seluruh rumah. Ia pun bergegas masuk ke dalam rumahnya. “Saat masuk, saya sudah melihat api membesar di atap rumah,” katanya.

Api cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan rumah milik Saroji. Sebab, rumah tersebut berasal dari kayu jati yang mudah terbakar. Api pun merembet dengan cepat ke rumah di sisi kanan dan kiri, yakni milik Sinwan dan Mustofa.

Kebakaran tersebut diduga akibat korsleting di bagian atap rumah. Saroji tidak sempat menyelamatkan barang berharga miliknya. Namun sepeda motor yang berada di depan rumah berhasil di selamatkan. Warga yang melihat api sudah membesar, berupaya memadamkan api dan merobohkan rumah Saroji agar tidak merambat ke rumah lainnya.

Satu mobil pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) unit 5 Kaliwungu yang datang ke lokasi kejadian berhasil menjinakkan api selang setengah jam kemudian.

Sedangkan kebakaran yang menghanguskan rumah Salmiah, warga Dukuh Balun RT 2 RW 2 Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Kamis (11/06) pagi. Api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang ditinggal dalam keadaan menyala di dalam rumah.

Salminah meninggalkan rumah tanpa menyadari obat nyamuk menyala, dan membakar kasur yang berada di atasnya. “Obat nyamuknya saya nyalakan malam hari, biasanya kalau pagi sudah mati karena habis, jadi saya tidak cek,” katanya.

Pagi itu, pemilik rumah pergi bekerja, dan mengetahui rumahnya terbakar dari tetangga yang berteriak minta tolong. Menurut saksi di lokasi kejadian, awalnya mendengar bunyi pletok-pletok dari bagian belakang rumah Salminah. “Saya curiga, lalu melihat dari celah rumah. Ternyata api sudah membakar kasur dan membesar hingga ke atas,” ujar Nadirin, tetangga korban.

Nadirin kemudian mendobrak pintu belakang, dan berteriak meminta tolong. Warga pun berduyun-duyun memadamkan api dengan alat seadanya. Dua unit pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian hanya melakukan pengecekan. Sebab, api sudah berhasil dipadamkan warga.

Kapolsek Kaliwungu AKP Setya Nugraha mengimbau warga supaya waspada dan senantiasa menjaga perabotan rumah. “Saya mengimbau agar warga berhati-hati saat meninggalkan rumah untuk memastikan kompor gas, listrik, dan obat nyamuk dimatikan,” pesannya. (bud/aro)