Jago Menari

430
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

TAK banyak generasi muda yang menggeluti seni tari. Rata-rata sekarang kawula muda lebih menyukai kesenian modern. Tapi, rupanya tidak bagi Wakila Shawaba. Gadis satu ini justru jago menari tradisional.

Wakila mengaku awalnya memang tidak suka tari tradisional. Namun ibunya menyuruhnya untuk masuk sebuah sanggar tari tradisional. ”Waktu SD aku masuk sanggar, tapi sekarang udah enggak lagi. Sekarang aku belajar menari sendiri,” ujar gadis penggemar penari Didik Ninitowok ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Awal tidak suka menari tradisional sempat membuatnya badmood. Tapi setelah lama mempelajari tari tradisional, siswi SMK PGRI Semarang ini mulai menemukan keasyikan tersendiri. Wakila sendiri dikenal sebagai gadis yang lembut. Tak heran jika hal itu yang membuat Wakila semakin menyukai tari tradisional hingga saat ini.

Sambil tersenyum malu, gadis yang kerap juara lomba tari tradisional ini kelak juga mendambakan pria yang lembut. ”Pinter musik, ganteng, tinggi, putih, dan rajin ibadah, aku suka dengan cowok yang seperti itu,” ucap gadis kelahiran Semarang, 7 Desember 1998 ini sambil tersenyum. (mg25/aro/ce1)