Joko Mardiyanto Tuntut Ganti Rugi Rp 51 Juta

345

SEMARANG – Joko Mardiyanto, staf ahli (nonaktif) Gubernur Jateng menuntut ganti rugi materiil dan imateriil sebesar Rp 51 juta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng. Gugatan praperadilan tersebut diajukan Joko atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Jateng tahun anggaran 2011.

Dalam gugatan yang diajukan melalui Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (11/6), penasihat hukum pemohon, Bagas Sarsito menilai penetapan tersangka yang dilakukan Kejati Jateng terhadap kliennya dinilai tidak sah. ”Penetapan tersangka terhadap termohon tidak didasari oleh bukti permulaan yang cukup,” kata Bagas dalam berkas yang diajukan pihaknya.

Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal Siti Zamzanah tersebut, Bagas menegaskan penetapan tersebut tidak memenuhi syarat subjektif dan objektif sehingga tidak sah dan bertentangan dengan hukum. Ia juga menjelaskan tentang penahanan terhadap Joko Mardiyanto yang juga tidak sah. ”Pemohon selalu kooperatif dan tidak memiliki niat menghilangkan atau merusak barang bukti, atau melarikan diri,” katanya.

Usai sidang, kuasa hukum pemohon lainnya, Moh Abrori menambahkan, pemohon telah terlebih dahulu mengajukan gugatan praperadilan atas penetapan tersangka tersebut pada 26 Mei 2015. Apalagi, menurutnya permohonan tersebut diajukan pihaknya, dua hari sebelum pemohon ditahan tim Kejati Jateng. ”Seharusnya, kejaksaan menghargai proses upaya hukum yang diajukan oleh termohon tersebut sebelum melakukan penahanan,” imbuhnya.

Atas gugatan tersebut, hakim tunggal Siti Zamzanah selanjutnya memberi kesempatan Kejati untuk menyampaikan jawaban yang rencananya dibacakan pada sidang, Jumat (12/6).

Seperti diketahui, gugatan praperadilan itu telah didaftarkan ke PN Semarang, Selasa (26/5) lalu atau dua hari sebelum pemohon ditahan. Tersangka mantan Kepala Biro Bina Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Joko Mardiyanto sendiri ditahan penyidik Kejati Jateng pada Kamis (28/5).

Selain Joko Mardiyanto, kejaksaan sebelumnya uga sudah menahan Joko Suryanto, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Biro Bina Sosial Provinsi Jawa Tengah dalam kasus ini. Kejaksaan juga telah menahan lima tersangka penerima fiktif bantuan sosial yang dikucurkan Pemerintah Provinsi setempat pada tahun anggaran 2011. Kelima tersangka yang ditahan tersebut masing-masing Aji Hendra Gautama, Azka Najib, Agus Khanif, Musyafak, serta Farid Ihsanudin. (bj/ric/ce1)