Kejari Siap Panggil 30 Saksi

350

PEKALONGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekalongan telah memanggil empat orang saksi, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi proyek Penanganan Pantai dan Rob Pantai Jeruksari tahun 2014 senilai Rp 5,15 miliar. Keempatnya termasuk dalam 30 saksi yang akan dipanggil secara marathon. Yang mana terdiri dari berbagai kalangan mulai dari instansi terkait, pelaksana proyek, pemilik proyek, masyarakat sekitar, sampai tenaga ahli.

Kajari Pekalongan Pindo Kartikani didampingi Kasi Intel Budi Santoso menuturkan sementara pihaknya sudah memanggil empat orang saksi dan sudah dimintai keterangan sejak Selasa (9/6). Mereka berasal dari Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana. Yang mana saksi tersebut selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran, red), bendahara, dan pengawas proyek. “Saksi sudah kami panggil bertahap, kemarin sudah dua, dilanjut dua dan sementara berhenti dulu dilanjut hari Senin depan, karena kami ada acara,” terangnya.

Ditegaskan Pindo pihaknya belum menetapkan tersangka meski sudah meningkatkan ke tahap penyidikan. Karena pihaknya masih memeriksa saksi-saksi dulu, dan mengumpulkan dokumen-dokumen. Setelah tercukupi dua alat bukti, baru akan menetapkan tersangkanya. “Rumusan dalam KUHAP sendiri menyebutkan, penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik untuk mengumpulkan alat bukti guna membuat terang tindak pidana dan menemukan tersangkanya di akhirnya,” jelas Pindo.

Mengenai berapa perkiraan kerugian negara yang ditimbulkan, kata Pindo, pihaknya akan meminta bantuan audit dari BPKP maupun BPK. Yang jelas negara sudah dirugikan dalam proek tersebut, yang mana hasil tidak sesuai dengan spek yang diajukan. Namun secara detail harus dihitung oleh ahlinya.

Seperti yang telah diberitakan, saat ini Kejari Pekalongan sedang menyidik dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Penanganan Pantai dan Rob Pantai Jeruksari tahun 2014. Paket pekerjaan tersebut berlokasi di tiga kelurahan/desa. Yakni Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Bandengan (keduanya berada di Kecamatan Pekalongan Utara), serta Desa Jeruksari yang masuk wilayah Kecamatan Tirto. Nilai satu paket proyek ini mencapai Rp 5,15 miliar, tepatnya Rp 5.151.148.000 yang bersumber dari APBN.

Proyek itu sendiri berada di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Adapun Satuan Kerjanya berada di Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Pemali – Juwana, dengan PPK Sungai dan Pantai I Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juwana. Sedangkan pemenang tender proyek tersebut adalah PT STN.

Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) terhadap perkara ini sudah dikeluarkan sejak 4 Juni 2015 setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan selama empat bulan, termasuk dengan melibatkan tim ahli dari Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan Kejari Pekalongan selama empat bulan, telah ditemukan bukti awal terdapat indikasi perbuatan tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, sejak tanggal 4 Juni kemarin sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Dan kini sudah dalam pemeriksaan saks-saksi. (han/ric)