Terlibat Narkoba, Dua Polisi Ditahan

357

BARUSARI – Dua anggota Polsek Pedurungan, Semarang ditahan karena terlibat peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Semarang. Mereka adalah Aiptu AW dan Brigadir BSA. Kedua anggota polisi tersebut dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana terkait peredaran narkoba. Hingga saat ini, aparat Polrestabes Semarang masih mengusut jaringan peredaran narkoba yang melibatkan anggota polisi tersebut.

”Keduanya sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin kepada Jawa Pos Radar Semarang di Mapolrestabes Semarang, Kamis (11/6).

Pihaknya menyatakan menindak tegas kepada anggota di jajaran Polrestabes Semarang yang melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran disiplin, terlebih tindak pidana.

Dijelaskan Burhanudin, selain dua anggota yang terlibat pidana tersebut, pihaknya juga melakukan penindakan terhadap sebanyak 17 anggota polisi nakal, terkait pelanggaran disiplin.

”17 anggota polisi tersebut melakukan pelanggaran disiplin. Kami telah memberikan sanksi berdasarkan tingkat pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya.

Sebanyak 17 anggota polisi nakal tersebut, masing-masing; penyalahgunaan wewenang 2 orang, arogansi 3 orang, perselingkuhan 1 orang, pungutan liar (pungli) 3 orang, tidak beri nafkah keluarga 1 orang, ajukan cerai tanpa izin 1 orang, tidak masuk dinas tanpa izin 1 orang, tidak masuk dinas tanpa izin 3 orang, sewa mobil rental tidak bayar 1 orang, dan asusila 1 orang.

”Sanksi tersebut berbeda-beda, mulai dari sanksi ringan berupa teguran tertulis, hingga kurungan 1 minggu. Kalau yang pidana (narkoba) sudah ditahan,” terang Burhanudin didampingi Kasubag Humas Polrestabes Semarang AKP Suwarna.

Pihaknya menyatakan, tidak pandang bulu dan melakukan tindakan tegas bagi anggota polisi nakal. Hal tersebut juga merupakan bagian program 100 hari Jenderal Badrodin Haiti menjabat sebagai kapolri, yakni di antaranya program polisi bersih.

Sedikitnya ada 10 satgas yang dibentuk, yakni Satgas 1 bidang rawan Kamtibmas, Satgas 2 bidang pemberantasan premanisme, dan Satgas 3 bidang pembasmi narkoba dan perjudian. Selain itu, Satgas 4 bidang pemberantasan korupsi, Satgas 5 bidang sikat illegal fishing, Satgas 6 bidang kontra radikal dan deradikalisasi, Satgas 7 penegakan hukum terhadap distribusi bersubsidi, Satgas 8 bidang Polri bersih, Satgas 9 bidang rekruitmen dan penempatan terbuka, serta Satgas 10 bidang revolusi mental. Hingga kini, sejumlah anggota polisi yang melanggar disiplin dan tersandung pidana tersebut masih menjalani proses hukum. (amu/aro/ce1)