115 Ibu Hamil Meninggal Dunia

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Tengah diketahui masih tinggi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, AKI pada triwulan pertama 2015 mencapai 115 kasus. Jumlah tersebut tidak jauh beda dengan tahun sebelumnya 2014 yang mencapai 711 kasus dan tahun 2013 dengan 675 kasus. Oleh karenanya, perlu upaya yang konkret untuk mengatasinya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menduga, tingginya AKI disebabkan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah. Pasalnya, berdasarkan data umur pendidikan, AKI paling banyak terjadi pada ibu dengan usia pendidikan SD dan SMP. Yakni 37 persen untuk SD di 2013 dan meningkat 42 persen pada 2014. ”Sementara untuk SMP ada 31 persen pada 2013 dan 28 persen pada 2014,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ganjar meminta program Nginceng Wong Meteng terus digalakkan. Yaitu dengan cara memantau secara terus-menerus kondisi ibu hamil yang ada di sekitarnya. Sehingga tercipta kepedulian bersama. Selain itu, juga meminta para bidan desa dan kader PKK untuk aktif memberikan edukasi kepada ibu hamil agar bersedia memeriksakan kehamilannya. ”Biar ada rekam jejak masing-masing. Bagaimana kondisinya dan jika ada penyakit apa yang dideritanya,” terangnya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Ganjar, pihaknya juga mendorong penggunaan teknologi informasi agar mereka terpantau mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, hingga tingkat provinsi. Sehingga ketika ada daerah yang bermasalah dapat langsung diberikan perhatian lebih. ”Dengan sistem informasi ini, pada titik HPL (Hari Perkiraan Lahir) sudah diketahui dan disiapkan untuk dirujuk ke mana,” terangnya.

Dia juga mengaku akan melakukan pendekatan dengan pemilik perusahaan agar memberikan shift atau waktu istirahat khusus bagi buruh yang hamil dan melahirkan. Pasalnya, ada beberapa kasus ibu hamil yang sudah masanya istirahat dipaksa untuk kerja lembur. ”Seharusnya yang begini tidak terjadi, karena dapat membahayakan ibu dan bayi. Bahkan berisiko kematian. Keselamatan dan pemenuhan gizi bagi bayi dan ibu wajib terpenuhi,” tandasnya.

Untuk diketahui, pada kasus tingginya AKI di Jateng ini Kabupaten Tegal menduduki peringkat pertama dengan 11 kasus. Kemudian diikuti Kabupaten Grobogan sembilan kasus, Kabupaten Banyumas tujuh kasus, dan masing-masing enam kasus untuk Kabupaten Brebes, Kendal, dan Pati. Sisanya masing-masing satu kasus kecuali Kabupaten Rembang dan Temanggung dengan nol kasus. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -