155 Ibu PKK Digembleng Nasionalisme

391

SALATIGA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Salatiga mengadakan seminar internalisasi semangat kebhinekaan untuk penguatan rasa nasionalisme bagi ibu PKK, mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Acara yang dibuka wakil wali kota M Haris di ruang Sidang II Pemkot , kemarin.

Ketua panitia Wahyudi Sumanto menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan rasa nasionalisme, persatuan, kesatuan dan semangat toleransi dalam perbedaan.”Selain itu guna menumbuhkan semangat kebhinekaan dan bangsa sebagai orang Indonesia. Termasuk juga mengingatkan kembali pentingnya cinta pada negara dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” kata Wahyudi Sumanto.

“Peserta dalam acara ini sebanyak 150 peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, mahsiswa, karang taruna, serta perwakilan pemuda dari tiap kecamatan. Diharapkan para peserta memberikan informasi yang didapat dari kegiatan ini kepada tetangga ataupun temannya. Terlebih ibu PKK biasanya aktif dalam penyebaran informasi,” tambah Wahyudi Sumanto.

Adapun pemateri yang dihadirkan adalah Agus Sutrisno Kwarda Jateng dengan materi Pembangunan Karakter di Tengah Terpaan Budaya Populer, Ahmad Taufik dengan tema Kebhinekaan Sebagai Kekuatan Integratif Bangsa Indonesia, Mayor Kav. Yasintus W, Kadim 9714 dengan tema Penanaman Nilai Kejuangan Generasi Muda Melalui Pendidikan Bela Negara dan Muh. Haris Wakil Walikota yang menyampaikan Pancasila Sebagai Ideologi Dasar Negara, Panduan Hidup Bernegara, Berbangsa dan Bermasyarakat di Indonesia.

Masih terkait dengan kebangsaan, Satya Wacana Peace Center (SWPC) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) bekerjasama dengan Yayasan Bina Darma akan menyelenggarakan Seminar Nasional pada Jumat, (12/6) . Bertempat di Balairung Universitas (BU) UKSW, seminar ini dimulai pukul 08.00.

Seminar yang mengusung tema ”Memperkuat Ideologi Kebangsaan dan Perdamaian di Indonesia” ini akan menghadirkan Yasonna H. Laoly SH (Menteri Hukum dan HAM Indonesia) sebagai keynote speaker. Selain itu, dalam seminar ini hadir Prof. Dr (HC) Pdt. John Titaley (Rektor UKSW) dan Prof. Teguh Prasetyo (Guru Besar Fakultas Hukum UKSW) sebagai pembicara utama.

Beberapa subtema yang akan dibahas dalam seminar ini antara lain yaitu Ontologi dan Epistemologi Terorisme Indonesia, Indonesia dan Fundamentalisme, Keagamaan Menemukan dan Mengatasi Akar-akar Terorisme, Sejarah Terorisme Indonesia, Meredam Bahkan Meniadakan Terorisme Indonesia, Masyarakat Tanpa Terorisme: Antara Utopia dan Realita. (sas/fth)